Wah! Jakarta Ternyata Punya Sawah, Ada Panen Padi Serentak Ketahanan Pangan di Jakut

Rabu, 13 Agu 2025, 19:59 WIB

JAKARTA - Kegiatan panen padi secara serentak merupakan momentum dalam menciptakan ketahanan pangan dan stabilitas harga di Jakarta Utara.

"Kami berterima kasih kepada pihak yang membantu petani Jakarta Utara dalam meningkatkan hasil panen," kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Kota Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman di Jakarta, Rabu (13/8).

Ket. Foto: Forkopimko Jakarta Utara menggelar panen serentak di lahan pertanian Jalan Sungai Kendal, RT 01/08, Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing pada Selasa (12/8). — Sumber: ANTARA/HO-Pemkot Jakut

Adanya kegiatan panen bersama di lahan pertanian Jalan Sungai Kendal, RT 01/08, Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, pada Selasa (12/8) menunjukkan bahwa Jakarta Utara mampu menghasilkan beras sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan dan mengendalikan laju inflasi.

Dia mengajak seluruh pemangku kebijakan untuk bersama-sama mendukung dan memfasilitasi kebutuhan para petani yang ada di Jakarta Utara, termasuk di Rorotan.

Dia juga berharap para petani dapat segera kembali menanam padi agar bisa cepat panen. Kemudian hasil panen melimpah lagi sehingga kebutuhan pangan di Jakarta Utara (Jakut) bisa terus terpenuhi.

"Kalau pangan kita terpenuhi maka kita pasti sejahtera dan mudah-mudahan hasil panen kita kali ini baik," kata dia.

Komandan Kodim 0502 Jakarta Utara, Kolonel (Inf) Dony Gredinand mengapresiasi penanaman padi yang dilakukan Gapoktan Rorotan Jaya yang selaras dengan program pemerintah pusat terkait upaya menjaga ketahanan dan swasembada pangan.

"Panen yang melimpah hari ini adalah hasil kerja keras dari seluruh petani. Mudah-mudahan ini dapat meningkatkan taraf hidup para petani dan masyarakat Jakarta Utara," kata dia.

Ketua Gapoktan Rorotan Jaya, Sihabbudin Rabat menambahkan, kegiatan panen padi bersama ini dilakukan di lahan sawah seluas tiga hektare.

Padi ini merupakan hasil tanam pada April lalu dengan hasil diprakirakan bisa mencapai 5-6 ton. "Kami gunakan varietas Padi Kemuning karena lebih kuat dan bisa dipanen dalam rentang waktu 90- sampai 100 hari," kata dia. Ant

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.