Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cetak Sawah 30 Ribu Hektare, Kementan Bidik Swasembada dari Kalsel

📅 Rabu, 13 Agu 2025, 22:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cetak Sawah 30 Ribu Hektare, Kementan Bidik Swasembada dari Kalsel Doc: ANTARA/Harianto
Ket. Sejumlah petani di Desa Panggung Baru, Kecamatan Palaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan melakukan panen padi dengan menggunakan alat mesin pertanian combine harvester di Tanah Laut, Rabu (13/8/2025).

TANAH LAUT – Kementerian Pertanian (Kementan) menancapkan target ambisius, mencetak sawah rakyat (CSR) seluas 30 ribu hektare di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Program ini bukan hanya soal menambah lahan tanam, tetapi langkah strategis untuk mengerek produksi padi, memperkuat kemandirian pangan masyarakat, dan menegaskan tekad menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.

Dengan menggabungkan pembukaan lahan baru, pendampingan teknologi, dan dukungan pembiayaan, Kementan ingin memastikan bahwa setiap hektare sawah baru menjadi mesin produksi yang efisien dan tangguh menghadapi perubahan iklim.

Jika berhasil, Kalsel tak hanya akan menjadi lumbung pangan regional, tetapi juga simbol kebangkitan sektor pertanian nasional yang tak lagi bergantung pada impor beras. Pesan Kementan jelas: kedaulatan pangan harus dimulai dari petani dan lahan mereka sendiri.

"Kami dalam melakukan cetak sawah rakyat di Kalimantan Selatan ini, kami akan cetak 30 ribu hektare," kata Penanggung Jawab Program Swasembada Pangan Kalsel Mulyono di Tanah Laut, Rabu (13/8).

Dia menyampaikan saat ini realisasi CSR wilayah Kalimantan Selatan telah terkontrak konstruksi 10.666 hektare yang diharapkan sampai Oktober 2025 bisa mencapai 100 persen.

Mulyono menegaskan meskipun terjadi keterbatasan akses jalan dalam mobilisasi alat berat ke lokasi, namun pihaknya akan mengupayakan agar target CSR di provinsi tersebut dapat tercapai sesuai yang diharapkan.

Kementan, lanjut Mulyono, terus meningkatkan koordinasi lintas pihak, menambah tim pendamping lapangan, dan mempercepat proses distribusi melalui mekanisme e-katalog dan pengadaan barang guna mendukung pertanian di Kalsel.

Selain itu, sosialisasi dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk pelaksanaan cetak sawah rakyat juga terus dilakukan demi kesejahteraan masyarakat.

"Sosialisasi ke masyarakat terus kami lakukan tentang pentingnya cetak sawah rakyat untuk kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Dia juga menegaskan Kementan berkomitmen mencetak sawah rakyat di Kalimantan Selatan untuk meningkatkan kapasitas produksi pangan dan mengatasi alih fungsi lahan pertanian.

Kementan memberikan dukungan penuh dalam pengembangan pertanian di Kalsel meliputi pembukaan lahan, bantuan sarana produksi, serta penyediaan alsintan seperti traktor, rotavator, drone penanam benih, pompa air, dan combine harvester.

Selain itu pelatihan manajemen usaha tani juga diberikan agar para petani milenial mampu menjalankan pertanian sebagai bisnis berkelanjutan dengan tingkat produktivitas tinggi.

Upaya itu dilakukan demi meningkatkan masa tanam yang semula hanya satu kali setahun diharapkan dapat mencapai tiga kali tanam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.