Banten Bentuk Desk Khusus untuk Awasi dan Tingkatkan Pelayanan Publik

Rabu, 13 Agu 2025, 02:30 WIB

Serang - Pemerintah Provinsi Banten berencana membentuk desk khusus untuk memperkuat pencegahan korupsi dan meningkatkan pelayanan publik, menyusul hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menempatkan tujuh dari sembilan pemerintah daerah di Banten dalam kategori merah.

Wakil Gubernur Banten A Dimyati Natakusumah mengatakan desk pertama akan fokus pada pengawasan melibatkan unsur eksternal seperti Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Ombudsman, Kejaksaan, dan Kepolisian.

Ket. Foto: Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim, Wagub Banten A Dimyati Natakusumah, Gubernur Banten Andra Soni dan Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah II Komisi Pemberantasa Korupsi Brigjen Pol Bahtiar Ujang Purnama di Aula Pendopo Gubernur Banten. — Sumber: Antara

“Supaya sesuai prosedur, jangan sampai ada oknum bermain-main. Desk ini untuk meminimalkan penyimpangan,” ujarnya di Kota Serang, Selasa (12/8).

Desk kedua akan membidangi pelayanan publik, terutama perizinan dan layanan kesehatan, agar masyarakat tidak dipersulit. “Jangan sampai orang sakit mau ke Puskesmas disusah-susah, BPJS-nya ribet, ini harus dipangkas,” kata Dimyati.

Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci meningkatkan kepercayaan publik. “Miris juga, Banten masih merah dalam arti kepercayaan publik kurang. Kita harus hijau, bukan merah lagi,” tegasnya.

KPK melalui Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah II, Brigjen Pol Bahtiar Ujang Purnama, menyambut baik rencana pembentukan desk tersebut. “Pengawasan harus melibatkan pihak eksternal, tidak hanya internal inspektorat, agar pencegahan berjalan efektif,” ujarnya.

Bahtiar menekankan, pembenahan tata kelola harus dimulai sejak perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan. “Kalau hanya kerangka teori tanpa implementasi, tidak akan ada perubahan,” katanya.

Hasil SPI 2024 menunjukkan hanya Kota Tangerang Selatan dan Kota Tangerang yang masuk kategori waspada (skor 75,72–76,25), sedangkan tujuh daerah lain termasuk Pemprov Banten berada di rentan (skor 66,16–71,21).

“Kalau tahun 2026 masih merah, akan diteruskan ke penindakan. Ini warning, early warning system harus dibuat,” pungkas Dimyati.

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Bantu Korban Gempa NTT, Polda Bali Kirim Lima Truk Berisi Kebutuhan Warga

Seru, Komplek TNI AU Waringin Permai Laksanakan Upacara Bendera, Perlombaan Olahraga hingga Panggung Hiburan

Rektor UI: Masih Banyak PR Pendidikan yang Harus Diselesaikan

Pemerintah Kabupaten Tangerang Siap Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana NTT

Program Pendidikan Gratis Papua Tengah Jangkau 64.000 Pelajar dan Mahasiswa

Gempa Flores, Polda NTT Berangkatkan 125 Personel Bantu Penanganan

Hayooo Tebak, Siapa Menang Duel Janice dan Mirra Andreeva di Cincinnati?

Terkendala Lahan, Kodim Banyumas Sebut 182 dari Target 331 Gerai Kopdes Merah Putih Telah Selesai Dibangun

Kodim 0701/Banyumas Sebut 182 Gerai KDKMP Telah Dibangun

Gunakan Kain Songket dan Ronce saat Peringatan HUT Ke-81 RI, Presiden Prabowo Dinilai Bawa Identitas dan Budaya RI

Persiapan Asian Games, Voli Putra Pemanasan di Kamboja

BPBD Menyebut Asap Karhutla di Jambi Berkurang Dampak Turun Hujan

20.500 Narapidana di Jabar Dapatkan Remisi HUT RI

Lestarikan Budaya Lokal, Pemkot Sorong Susun Konsep Penerapan Bahasa Moi di Sekolah

Pangdam XVII/Cenderawasih: Perayaan HUT Ke-81 RI di Papua Berlangsung Aman

Momentum Bersejarah, 73 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi di Pontianak Ikuti Upacara Perdana Peringatan HUT Ke-81 RI

Pemprov Jambi Luncurkan Program Pemutihan Pajak di HUT Ke-81 Kemerdekaan RI

Program Zero Waste to Money Banyumas Mulai Menampakkan Hasil

Bupati Banyumas Pastikan Bus Trans Banyumas Tetap Beroperasi

Praktik Digitalisasi akan Dimanfaatkan Kalbar untuk Mengembangkan Ekonomi Kreatif

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.