Menteri ESDM: Indonesia Tidak Pernah Impor LNG
Selasa, 12 Agu 2025, 16:05 WIBJAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, Indonesia tidak pernah impor gas LNG. Ditegaskan Bahlil, Indonesia masih mampu memenuhi kebutuhan LNG domestik dan tetap komitmen ekspor.
"Sampai dengan hari ini, belum pernah kita impor gas (LNG). Kami masih mampu mengelola antara komitmen Indonesia dengan luar negeri dan konsumsi dalam negeri," ujar Bahlil usai melaporkan Capaian Kinerja Semester I Tahun 2025, Senin (11/8).
Bahlil menjelaskan alasan pemerintah menahan ekspor LNG merupakan perintah dari Presiden Prabowo Subianto. Menurut Bahlil, Presiden ingin LNG dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk seluruh produk dan kebutuhan dalam negeri.
"Kami harus menghargai kontrak KKKS (Kontraktor Kerja Sama), kontrak-kontrak yang sudah dilakukan sebelum proses produksi berjalan. Ini kami harus hargai," kata dia.
Menurut Bahlil, jika Indonesia tidak menghargai komitmen tersebut, maka akan ada konsekuensi buruk yang menimpa yaitu persepsi negatif global terhadap Indonesia.
"Sampai saat ini kita masih gas rem. Kami gas rem (ekspor gas LNG)," ucap dia.
Bahlil mengatakan, pemanfaatan gas bumi hingga semester I-2025, Indonesia mengekspor 1.721 BBTUD setara dengan 31 persen. Jumlah tersebut diambil dari total 5.598 BBTUD gas bumi yang dikelola Indonesia.
Kemudian, 69 persen atau 3.877 BBTUD gas bumi dimanfaatkan untuk kebutuhan domestik. Yaitu hilirisasi yang menyerap gas bumi sebesar 2.110 BBTUD (38 persen), dan kebutuhan domestik lain sebesar 1.767 BBTUD.
Kebutuhan domestik lain terdiri atas bahan bakar gas (BBG) dan jaringan gas (jargas). Ada pula peningkatan produksi migas, ketenagalistrikan, LNG, dan LPG. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
OJK Ungkap Jumlah Akun Pengguna Keuangan Digital Capai 22,93 Juta
-
Hari Ini, SIM Keliling Buka di 5 Lokasi, Warga Bisa Datangi Gerai Terdekat!
-
Cinta Berat dengan Liverpool, Federico Chiesa Ingin Bertahan di Anfield
-
Pendaftaran JFP dan JIPCon di JAFF Market 2026 Buka Hingga 1 September
-
Usai B50, Prabowo Perintahkan E50! RI Siap Setop Impor Bensin 40 Juta Kiloliter
-
Kopi Bengkulu Go Global, Ekspor Perdana ke Italia Capai 19,2 Ton
-
Geopolitik Memanas! PLN Tegaskan LNG Jadi "Tulang Punggung" Listrik RI 10 Tahun ke Depan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.