Terungkap! Sebelum Rilis GPT-5, OpenAI Guyur Bonus Miliaran Rupiah Demi Karyawan Tak Direbut Meta dan Elon Musk!
Senin, 11 Agu 2025, 09:45 WIBJAKARTA - Sebelum peluncuran GPT-5 untuk ChatGPT, Sam Altman membuat gebrakan yang bikin heboh dunia teknologi. CEO OpenAI itu mengumumkan rencana pembagian bonus miliaran rupiah kepada ribuan karyawan terpilih, sebuah langkah strategis yang disebut-sebut sebagai tameng agar talenta terbaik mereka tidak hengkang ke perusahaan saingan.
Dalam memo internal yang dibocorkan ke publik dan dikutip dari The Verge, Altman menyebut bonus satu kali ini ditujukan khusus untuk para peneliti dan software engineer di divisi krusial seperti applied engineering, scaling, dan safety.Â
Nilai bonus berbeda-beda tergantung posisi dan senioritas. Para peneliti senior akan menerima hingga jutaan dolar AS, di luar gaji tahunan mereka yang juga mencapai jutaan dolar, sementara engineer akan mendapatkan ratusan ribu dolar.
Pembayaran bonus ini dirancang unik dan akan dibagikan per kuartal selama dua tahun ke depan, dan bisa dicairkan dalam bentuk uang tunai, saham OpenAI, atau kombinasi keduanya.Â
Sekitar 1.000 karyawan atau sepertiga total tenaga kerja OpenAI berkesempatan menikmati durian runtuh ini.
Langkah besar ini bukan tanpa alasan. Dalam beberapa bulan terakhir, persaingan merebut talenta AI kelas dunia semakin memanas. OpenAI sudah kehilangan beberapa peneliti penting, termasuk Shengjia Zhao, salah satu pencipta ChatGPT, yang hijrah ke Meta dan langsung didapuk sebagai Chief Scientist.
Tak hanya Meta yang agresif memburu SDM OpenAI. xAI, startup AI milik Elon Musk, juga gencar menebar tawaran gaji selangit untuk membajak para ahli AI. Sumber The Verge menyebut xAI tak segan menawarkan paket kompensasi yang sulit ditolak.
OpenAI sendiri mengaku belum pernah memberikan bonus sebesar ini dalam sejarahnya. Altman menegaskan langkah ini diambil untuk mengapresiasi kontribusi tim teknis sekaligus memastikan mereka tetap bertahan di tengah gempuran tawaran menggiurkan dari kompetitor.
Dengan GPT-5 yang akan segera meluncur dan persaingan industri AI yang makin brutal, jelas OpenAI tak mau ambil risiko kehilangan otak-otak brilian yang menjadi tulang punggung inovasinya.
Berita Terkait:
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Pemprov DKI Cek Langsung Penerima Bansos
-
Formula 1: Pengadilan Banding FIA Tentukan Nasib Podium Pierre Gasly di GP Monako
-
Target PLTS 100 GWp Makin Dekat, Regulasi Percepatan Mulai Digodok
-
Pembangunan Lima Jembatan Perintis Garuda di Rejang Lebong
-
Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk
-
Anak Anda Alami Keracunan Makanan? Ini Pertolongan Pertama yang bisa Dilakukan!
-
Jaga Jangan Muncul Api Lagi di TPA Galuga Usai Dimatikan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.