- Home
-
- Luar Negeri
-
- NATO dan Uni Eropa Dukung ...
NATO dan Uni Eropa Dukung Kedaulatan Ukraina Menjelang KTT Alaska
Senin, 11 Agu 2025, 17:45 WIBJAKARTA â Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menilai pertemuan puncak yang dijadwalkan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada 15 Agustus di Alaska sebagai momen krusial untuk menguji keseriusan Moskow dalam mengakhiri perang di Ukraina. Rutte menyatakan bahwa pembicaraan akan fokus pada wilayah, jaminan keamanan, dan menjaga kedaulatan Ukraina, termasuk kebebasan negara tersebut menentukan masa depannya tanpa campur tangan militer atau kehadiran NATO di perbatasan timurnya.
Rutte mengakui kenyataan bahwa Rusia saat ini menguasai sebagian wilayah Ukraina sebelum perang. Namun, ia menegaskan bahwa pengakuan atas kendali Rusia kemungkinan hanya bersifat praktis, bukan formal atau politis. Diskusi di KTT ini lebih diarahkan pada pembangunan pengaturan keamanan berkelanjutan bagi Ukraina ketimbang sekadar gencatan senjata.
Meski beberapa tokoh, seperti mantan Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton, mengkritik KTT tersebut sebagai upaya untuk memberi hadiah kepada invasi Rusia, Rutte menolak pandangan itu. Ia mengapresiasi sikap tegas Presiden Trump yang terus menekan Rusia dengan sanksi ekonomi, seperti tarif 25% kepada India yang menjadi pembeli utama sumber daya Rusia, dan dukungan senjata mematikan yang didanai negara-negara Eropa namun dipasok oleh AS.
Komisi Eropa pun mengingatkan agar AS berhati-hati dalam persetujuan potensi pertukaran wilayah yang merugikan Ukraina. Seorang pejabat senior Uni Eropa menegaskan perlunya jaminan keamanan yang kuat bagi Kyiv, termasuk dukungan tanpa batas dari negara ketiga serta tidak adanya batasan pada angkatan bersenjata Ukraina. Pejabat tersebut mengkritik proposal Rusia sebagai tidak adil dan menegaskan pentingnya keamanan Ukraina dalam kesepakatan apa pun.
Para menteri luar negeri Uni Eropa akan mengadakan konferensi video untuk membahas masalah ini lebih lanjut. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menegaskan bahwa Ukraina dan Uni Eropa harus dilibatkan dalam negosiasi, serta memperingatkan bahwa kesepakatan apapun tidak boleh mendorong agresi Rusia lebih jauh. Di sisi lain, Wakil Presiden AS, J.D. Vance, mengisyaratkan bahwa penyelesaian kemungkinan akan didasarkan pada jalur kontak yang ada antara Rusia dan Ukraina.
Di tengah perkembangan tersebut, politisi sayap kanan Jerman, Tino Chrupalla dari partai Alternatif untuk Jerman (AfD), menyerukan penghentian bantuan sosial bagi pengungsi Ukraina di Jerman. Chrupalla menyebut sebagian besar wilayah Ukraina pro-Rusia dan menilai banyak pengungsi harus kembali ke negara asalnya. Pernyataannya yang disampaikan di televisi ZDF juga mencakup harapan agar konflik segera berakhir meski Ukraina harus menyerahkan wilayahnya.
Seruan serupa datang dari sejumlah pemimpin regional Jerman yang mengkritik bantuan kesejahteraan kepada pengungsi Ukraina dengan alasan menghambat penciptaan lapangan kerja dan menyerukan aturan bantuan sosial yang lebih ketat.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Ceko, Jan Lipavský, menegaskan dukungan kuat negaranya terhadap keanggotaan Ukraina di Uni Eropa dan NATO. Dalam kunjungannya ke Ukraina bulan Agustus, Lipavský menekankan peran penting Ukraina dalam mempertahankan nilai-nilai dan keamanan Eropa, serta menggambarkan agresi Rusia sebagai ancaman historis terhadap peradaban Eropa.
Lipavský juga menyebut dukungan Ceko yang berkelanjutan, termasuk bantuan militer tanpa batas, serta upaya mempererat hubungan ekonomi dengan pusat-pusat industri Ukraina seperti Dnipro. Ia menegaskan bahwa wilayah yang saat ini dikuasai Rusia, termasuk Donetsk, Luhansk, Mariupol, dan Krimea, akan kembali menjadi bagian dari Eropa setelah Ukraina memulihkan kedaulatannya.
Menurut Lipavský, perjuangan Ukraina adalah benturan peradaban yang krusial tidak hanya bagi rakyatnya sendiri, tetapi juga bagi masa depan benua Eropa secara keseluruhan.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Trump Tegaskan Serius Pertimbangkan Menarik AS Keluar dari NATO
-
Zelenskiy Kirim Surat Terbuka ke Putin, Usulkan Pertemuan Akhiri Perang
-
Trump Menarik 5.000 Tentara dari Jerman Setelah Berselisih dengan Kanselir Merz
-
Warga Perlu Didorong Ramai-ramai Membuat Biopori Guna Kurangi Dampak Banjir
-
Perum Bulog Tarik Stok Beras dari Bandara dan Pelabuhan, Distribusi Pangan Pascabanjir Sumatera Kembali Normal
-
Putin Mengisyaratkan Perang Ukraina akan Segera Berakhir dan Siap Bertemu Zelenskyy di Negara Ketiga
-
Isu Kenaikan Harga Picu Antrean BBM di Tangerang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.