Menteri PU Sebut Bendungan Jragung Akan Perkuat Jaringan Irigasi di Jawa Tengah
Senin, 11 Agu 2025, 13:10 WIBJAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan pembangunan Bendungan Jragung di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng) dalam rangka memperkuat jaringan irigasi.
Dody menyatakan bahwa Bendungan Jragung akan menjadi penopang utama daerah irigasi baru yang saat ini sedang disiapkan. Dengan target selesainya proses impounding (penggenangan) di Juli 2026, Kementerian Pertanian ditargetkan dapat langsung mencetak sawah pada awal 2026.
"Bendungan ini kita sebut sebagai irigasi premium, jadi kalau ada bendungan, ada irigasinya, kita bisa mengharapkan tiga kali tanam," ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Senin (11/8).
Kementerian PU terus mempercepat penyelesaian pembangunan Bendungan Jragung di Kabupaten Semarang Jawa Tengah. Per 10 Agustus 2025 progres konstruksi telah mencapai 87,8 persen dan ditargetkan rampung pada September 2026.
Pembangunan Bendungan Jragung dimulai sejak Oktober 2020 oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Bendungan berkapasitas tampung 90 juta m3 ini memiliki luas genangan 451 hektare.
Manfaat utama bendungan adalah menyuplai air bagi Daerah Irigasi Jragung seluas 4.528 hektare di Kabupaten Demak dan Grobogan.
Selain fungsi irigasi, bendungan ini juga memasok air baku sebesar 1.000 liter/per detik, dengan distribusi ke Kota Semarang 400 liter/detik, Kabupaten Grobogan 250 liter/detik, dan Kabupaten Demak 350 liter/detik.
Jragung juga dirancang sebagai infrastruktur pengendali banjir seluas 3.858 hektare, serta berpotensi dikembangkan menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 90 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 1,4 MW.
Bendungan yang berlokasi di Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian melalui pola tanam Padi-Padi-Palawija.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menargetkan perluasan musim tanam ketiga (MT3) padi melalui pembangunan jaringan irigasi perpipaan dan perpompaan, khususnya di sawah tadah hujan yang selama ini hanya mampu dua kali tanam.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon Deni Nurcahya mengatakan langkah itu diharapkan agar dapat menambah luas tanam dan menjaga aktivitas ekonomi desa, karena petani dapat tetap bekerja sepanjang tahun dan menghasilkan padi lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal.
âMT3 kan selalu tidak dilakukan penanaman sehingga saat ini kami melakukan survei untuk irigasi perpompaan atau perpipaan, ini ditujukan karena tidak terjadinya luas pertanaman lahan di MT3 itu karena tidak adanya air,â kata Deni di Cirebon, kemarin.
Dia menyampaikan program irigasi ini telah diusulkan kepada Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menunjang MT3 dengan survei lapangan ditargetkan rampung pada 22 Agustus tahun ini.
âNah kalau itu (MT3) terjadi dapat meningkatkan luas tanam dan juga masyarakat bisa tetap bekerja karena MT3-nya ada. Kemudian akan terjadi peningkatan hasil padi di Kabupaten Cirebon, bisa swasembada sesuai dengan Instruksi Presiden,â jelasnya.
- Bendungan Jragung
- Menteri PU
- Jaringan Irigasi
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Ukraina Bantah Kerahkan Pilot AS dan Belanda dalam Skuadron F-16 Multinasional Rahasia untuk Pertahankan Langit Kyiv
-
Makan Puas di Hari Raya: Manhattan Hotel Jakarta Hadirkan Promo Brunch Lebaran Pay 1 Get 2
-
Kodim 0501/JP Melepas Kasdim 0501/JP yang Pindah Satuan
-
Dishub: Puncak Arus Balik Nagreg Diprediksi Terjadi Hari Ini
-
Manchester United Bidik Guimaraes, Harga ‘Terjangkau’ Jadi Peluang
-
Pramono Minta RDF Rorotan Hanya Komisioning 750 Ton Sampah Per Hari
-
Gempuran Amerika ke Venezuela Tak Menyentuh Aset Minyak Milik Pertamina
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.