Menkes dan Mendiktisaintek Percepat Pencapaian Target 70.000 Dokter Spesialis

Senin, 11 Agu 2025, 13:02 WIB

PADANG - Menteri Kesehatan (Menkes) bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI sedang mengupayakan percepatan pencapaian target 70.000 dokter spesialis permintaan Presiden Prabowo Subianto.

“Presiden memang meminta saya dan Mendiktisaintek Prof Brian untuk mempercepat target 70 ribu dokter spesialis dan ini sedang kita upayakan," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin di Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (11/8).

Ket. Foto: Menkes Budi Gunadi Sadikin di Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (11/8). — Sumber: antara foto

Hal tersebut disampaikan Menkes RI saat memberikan kuliah umum pada Pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat.

Untuk mempercepat target lulusan 70 ribu dokter spesialis, kata dia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan berbagai intervensi, salah satunya di sektor hospital based.

Pada saat bersamaan, lanjutnya, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) juga sedang mengupayakan percepatan menghasilkan dokter spesialis.

Dari pembicaraan antara Menkes dengan Mendiktisaintek, kata dia, target serapan atau lulusan 70 ribu dokter spesialis tersebut diperkirakan rampung dalam kurun waktu 10 hingga 15 tahun ke depan. Namun kepala negara meminta tidak terlalu lama mengingat tingginya kebutuhan dokter spesialis di Tanah Air.

"Pak Presiden tidak mau (10-15 tahun) dan minta lebih cepat lagi," ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Pihaknya memahami desakan dan permintaan target 70 ribu dokter spesialis tersebut merupakan hal yang mendasar, karena menyangkut sisi kesehatan. Oleh karena itu kedua kementerian terkait terus berupaya merealisasikan arahan Presiden Prabowo.

Kemenkes telah melakukan perencanaan kebutuhan dokter spesialis hingga tahun 2032 dengan proyeksi kekurangan sekitar 70 ribu dokter spesialis. Akselerasi untuk kebutuhan dokter spesialis mutlak dilakukan karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan sejumlah perbedaan implementasi pendidikan dokter spesialis di Indonesia dengan negara-negara maju atau negara lainnya di dunia.

“Ternyata memang di negara-negara lain itu, pendidikan dokter spesialis dilakukan di rumah sakit," kata Menkes.

Setelah mengetahui perbedaan mendasar penerapan pendidikan dokter spesialis di Indonesia dengan negara lain, Menkes langsung melaporkan pada Presiden Prabowo. Menyikapinya, kepala negara meminta agar Indonesia melalui perguruan tinggi memperbanyak lulusan dokter spesialis.

"Tujuan Bapak Presiden agar lebih banyak dokter spesialis dan itu diutamakan dari putera dan puteri daerah," kata Budi Gunadi Sadikin.

Ia menjelaskan pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit akan memprioritaskan daerah-daerah yang belum memiliki dokter spesialis. Dalam praktiknya, mereka mendapatkan pendidikan dengan kualitas atau standar yang baik.

"Jadi, kita juga menggunakan standar akreditasi dari Amerika Serikat," kata dia.

Dalam kuliah umumnya, Menkes juga menyinggung kemajuan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Padang yang baru berdiri pada 2022 namun sudah menunjukkan kemajuan yang cukup pesat.

"Saya tadi menyampaikan agar menjadikan Fakultas Kedokteran UNP ini sebagai Fakultas Kedokteran masa depan," ujarnya.

Langkah ini sejalan dengan ide atau permintaan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan perguruan tinggi di Tanah Air melahirkan banyak dokter yang berkualitas sehingga pemerataan kesehatan dapat tercapai.

Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Padang, Krismadinata mengatakan perguruan tinggi tersebut memiliki Fakultas Kedokteran, dan berencana membuka Fakultas Kedokteran Gigi dan Kebidanan.

"Saat ini UNP baru memiliki tiga angkatan di Fakultas Kedokteran, namun ke depannya kita akan menambah jumlah mahasiswa kedokteran," kata rektor.

  • Menkes
  • Kemendiktisaintek
  • dokter spesialis

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.