Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kaltim Garap Pengembangan Energi Terbarukan dari Limbah Sawit

📅 Minggu, 10 Agu 2025, 21:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kaltim Garap Pengembangan Energi Terbarukan dari Limbah Sawit Doc: Antara
Ket. Pekerja memeriksa pipa gas metan di instalasi Pembangkit Listrik Tenaga (PLT) Biogas berkapasitas 700 kilowatt.

Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tengah menggarap pengembangan transisi energi dengan mendorong pemanfaatan limbah kelapa sawit sebagai sumber energi baru terbarukan (EBT).

"Kami terus mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan energi bersih sesuai potensi yang ada di lingkungannya, misalnya perkebunan sawit yang memiliki potensi biomassa dan biogas," kata Analis Kebijakan EBT Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Syamsuddin di Samarinda, Minggu (10/8).

Dia menjelaskan bahwa limbah industri sawit memiliki dua potensi utama. Pertama, limbah padat berupa cangkang sawit yang dapat diolah menjadi biomassa untuk bahan bakar pembangkit listrik, menggantikan batu bara.

Saat ini, pemanfaatan rata-rata masih sebatas untuk memenuhi kebutuhan listrik internal perusahaan.

Potensi kedua berasal dari limbah cair kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME). Limbah ini ketika ditampung dan diurai menghasilkan gas metana, yang dapat ditangkap dan dimanfaatkan sebagai biogas untuk sumber energi.

"Pemanfaatan POME ini memiliki manfaat ganda. Dari sisi lingkungan, gas metana yang dihasilkan merupakan salah satu gas rumah kaca yang mencemari udara. Dengan menangkapnya, kita mengubah polutan menjadi energi yang bermanfaat," tuturnya.

Syamsuddin mencontohkan keberhasilan salah satu perusahaan sawit PT Dharma Satya Nusantara (DSN) di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, yang telah mengimplementasikan teknologi itu.

Perusahaan tersebut berhasil menghemat biaya operasional secara signifikan dengan memanfaatkan biogas dari POME.

"Waktu kami kunjungan ke sana pada 2023, sekitar 75 persen kendaraan operasional mereka sudah menggunakan biogas. Menurut perusahaan, langkah ini dapat menghemat hingga Rp7 miliar per tahun dibandingkan menggunakan solar," ungkapnya.

Sejalan dengan dorongan dari pemerintah provinsi, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) juga secara aktif mempersiapkan pemanfaatan EBT dari limbah sawit untuk dialirkan menjadi listrik bagi masyarakat.

Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Pemkab Kutim Arif Nur Wahyuni menyatakan, pihaknya memfasilitasi skema kerja sama antara PLN dan perusahaan sawit.

Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan listrik di 22 dari 141 desa di Kutim yang hingga kini belum tersentuh layanan listrik.

"Potensi energi tersembunyi dalam limbah cair sawit tidak hanya mampu menghasilkan listrik, tetapi juga mendukung agenda transisi energi nasional. Ini adalah masa depan energi hijau," kata Arif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

29 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

55 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.