Pemerintah Targetkan 20 Juta Penerima MBG Sebelum HUT RI
Jumat, 08 Agu 2025, 03:03 WIBPemerintah optimistis mampu mencapai target capaian penerima program MBG sebanyak 20 juta orang sebelum HUT RI.
JAKARTA - Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) optimistis mampu mencapai target capaian penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebanyak 20 juta orang sebelum Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 RI tercapai.
Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi PCO Noudhy Valdryno menyebutkan sejauh ini target Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pelaksanaan MBG tidak pernah meleset.
âKarena target dari BGN untungnya tidak terlalu jauh dari apa yang diberikan oleh Pak Presiden. Jadi Pak Presiden menargetkan bulan ini 20 juta dan Badan Gizi Nasional memang menargetkan dekat dengan 20 juta,â tutur Ryno
Sebagai penanggung jawab program MBG, ia menjelaskan BGN berkomitmen terus mendorong percepatan program MBG, salah satunya dengan melatih dan mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) dalam pelaksanaan MBG.
Untuk itu, dikatakan bahwa BGN sudah mempersiapkan para Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) sejak 6 bulan terakhir agar bisa lulus dan segera mengatur dan membuka berbagai dapur serta Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru. âJadi memang bertepatan dengan momen bulan kemerdekaan sudah disiapkan,â ucap dia.
Dengan perencanaan seperti itu, Ryno meyakini target 20 juta penerima MBG dan tema HUT Ke-80 RI, yakni Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju, bisa tercapai.
8 Juta Orang
Adapun per awal Agustus 2025, penerima MBG tercatat sudah menembus kurang lebih 8 juta orang.
Dalam momen kemerdekaan tahun ini, kata dia, terdapat lima kemerdekaan yang ingin terus dikejar pemerintah, yaitu Merdeka Gizi, Merdeka Pendidikan, Merdeka Kesehatan, Merdeka Ekonomi, dan Merdeka untuk Semua.
Ke depan, dia pun berharap target 82,9 juta penerima MBG pada akhir tahun 2025 bisa terwujud, dengan penerima prioritas anak-anak sekolah, ibu hamil, serta ibu menyusui. âNah, ini memang kami doakan. Jadi target ini tercapai sehingga sebanyak-banyaknya anak-anak kita bisa mendapatkan program makanan bergizi gratis,â ungkapnya.
Menurut dia, capaian tersebut luar biasa lantaran hanya dilakukan selama 6 bulan hingga 7 bulan program berlangsung.
âSaya rasa ini progres yang luar biasa ya dan memang ini lah kekuatan NKRI. Kita ini bangsa yang sangat kreatif, bangsa yang sangat resilient,â ujar Ryno.
Ia pun membandingkan dengan pencapaian distribusi program serupa di negara lain, yang hanya mencakup 2 juta hingga 3 juta penerima selama 5 tahun hingga 10 tahun pelaksanaan.
Dengan demikian, dia mengatakan Presiden Prabowo Subianto terus mendorong agar program MBG bisa berjalan dengan visi yang semakin baik dan segera mengejar capaian negara-negara lain yang sudah memiliki program makan gratis yang stabil.
âBisa dibayangkan pada 2045 kita prediksi populasi kita katanya ada 330 juta, 350 juta. Jadi bisa dibayangkan ada tiba-tiba tambahan 60 juta hingga 70 juta orang Indonesia mengalami gizi yang buruk,â tutur dia.
Sementara itu, Menteri Pertahanan (Menhan) Singapura Chan Chun Sing yang mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Khusus Koja Jakarta Utara pada Rabu (6/8), menyatakan negaranya juga memiliki program MBG seperti di Indonesia.
Hanya saja, Chan Chun Sing mengatakan di Singapura jenis makanan yang diberikan kepada anak-anak berbeda dengan di Indonesia.
âDi negara kami juga ada program sama, namun menunya beda, yang diberikan hanya susu saja,â katanya dalam keterangan resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta, Kamis.
Pada kunjungan tersebut, Menhan Singapura didampingi oleh Sekretaris Utama BGN Brigjen Purnawirawan Sarwono dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi.
Sebelum melakukan tinjauan ke SPPG, Menhan Singapura menerima paparan terkait MBG yang disampaikan Âlangsung oleh Kepala SPPG Koja.
Dalam paparannya, Rena selaku Kepala SPPG menyampaikan SPPG Koja melayani penerima manfaat sebanyak 3.009 orang yang terdiri dari TK, SD, SMP, SMA, ibu hamil, dan ibu menyusui yang tersebar di kawasan Koja, Jakarta Utara.
Menhan Singapura melemparkan pertanyaan terkait menu yang diberikan kepada penerima manfaat, âApakah menu untuk siswa SMA sama dengan menu untuk siswa SD, TK, atau SMP?â ujar dia.
Sekretaris Utama BGN Âmenjelaskan, setiap penerima manfaat mendapatkan porsi Angka Kebutuhan Gizi (AKG) sesuai dengan kebutuhannya.
Sarwono menyampaikan apresiasi atas kunjungan Chan Chun Sing. Ia berharap hal tersebut bisa menjadi awal yang baik untuk membuka peluang kerja sama maupun studi banding sebagai upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan program MBG. Ant/S-2
- Program MBG
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Presiden Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan KA di RSUD Bekasi
-
Jelang Kesepakatan Damai, Kapal Tanker Iran Melewati Zona Blokade AS
-
Sabar ya Nak, Jembatan Gantung yang Rusak Akan Dibangun pada Bulan Juli
-
Tunisia Ganti Pelatih Usai Dibantai Swedia, Herve Renard Dipanggil untuk Selamatkan Misi Piala Dunia
-
Pemerintah Diminta Perkuat Pengawasan Pelayanan Publik
-
KemenPPPA Ajukan Tambahan Anggaran Rp392 Miliar untuk Program Tahun 2027
-
New York Knicks Unggul 3-2 atas Atlanta Hawks
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.