Tekan Konflik, Kemenhut Akan Libatkan Warga untuk Konservasi Gajah

Kamis, 07 Agu 2025, 17:05 WIB

JAKARTA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) tengah berupaya menekan interaksi negatif atau konflik antara gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) dan manusia, salah satunya dengan melibatkan dan memberdayakan warga dalam upaya konservasi gajah.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni usai rapat membahas Inisiatif Konservasi Gajah Peusangan (Peusangan Elephant Conservation Initiative/PECI) di Jakarta, Kamis (7/8), menyampaikan bahwa pemerintah tengah mengintensifkan upaya konservasi gajah, termasuk di wilayah konsesi yang dihibahkan Presiden Prabowo Subianto di Aceh Tengah untuk perlindungan satwa terancam punah tersebut.

Ket. Foto: Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni — Sumber: antara foto

"Di sisi lain nanti ada pemberdayaan masyarakat, masyarakatnya juga sejahtera dan akhirnya nanti apa yang diperintahkan oleh Presiden Prabowo Subianto agar ada ‘perdamaian’ antara gajah dan manusia bisa terjadi dengan baik, sama-sama sejahtera antara gajah dan manusia," kata Menhut Raja Antoni.

Salah satunya yang akan dimulai dengan PECI di Aceh Tengah dengan pendataan populasi gajah di wilayah itu, ditambah langkah pengayaan pangan serta pemberdayaan masyarakat di 12 desa penyangga di wilayah kerja program tersebut.

Dengan program kerja sama antara Kemenhut, Pemerintah Inggris, dan WWF Indonesia itu, pengayaan pakan akan menjadi salah satu kunci untuk menekan potensi satwa itu tidak keluar dari habitatnya, sambil menunggu tanaman pakan tumbuh dan musim hujan.

"WWF sudah memiliki inisiatif untuk memberdayakan masyarakat setempat sebagai proses transisi untuk menjual hasil tanaman dari kebun mereka, pisang dan rumput, kemudian disimpan di dekat perkampungan agar gajahnya stop sampai di sana. Karena ini bagian dari prevensi terjadi konflik," katanya.

Pelibatan masyarakat itu dilakukan untuk memberikan pakan yang cukup kepada gajah, bersamaan rehabilitasi habitat sistematis.

Di sisi lain, untuk membangun kepercayaan dengan masyarakat sekitar maka pemberdayaan ekonomi dilakukan termasuk mendukung kegiatan agroforestri dengan tanaman tahan gajah, disertai dengan dukungan untuk mencari off-taker atau pembeli hasil perkebunan warga tersebut.

Menurut Menhut, terdapat sekitar 1.100 individu gajah tersisa di wilayah Sumatera yang tersebar di 22 lanskap. Sebagian besar wilayah jelajah mereka sudah terfragmentasi karena konversi wilayah hutan menjadi perkebunan atau permukiman.

  • kemenhut
  • Konservasi gajah

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.