Segelas Susu dan Sebutir Telur Setiap Hari Selama Sebulan Tingkatkan Nilai Gizi Harian Anak
Kamis, 07 Agu 2025, 19:20 WIBJAKARTA - Stunting masih menjadi salah satu isu prioritas dalam agenda kesehatan nasional Indonesia. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting tercatat turun signifikan menjadi 19,8 %, melampaui proyeksi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sebesar 20,1 %.
Meskipun demikian, kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan sangat penting untuk menjaga tren positif ini dan mempercepat upaya penurunan stunting guna mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 2045.
Nestlé Indonesia terus mendukung agenda Pemerintah dalam percepatan penurunan dan pencegahan stunting melalui Pendampingan Gizi. Program ini merupakan bagian dari inisiatif global Nestlé Dukung Anak Lebih Sehat (Nestlé for Healthier Kids).
Tahun ini, program Pendampingan Gizi yang difokuskan pada intervensi & edukasi gizi anak usia dini akan dilaksanakan secara bertahap di tiga wilayah, dimulai dari Pasuruan (Jawa Timur), kemudian dilanjutkan ke Batang (Jawa Tengah) dan Karawang (Jawa Barat). Intervensi gizi merupakan kegiatan yang dilakukan guna memperbaiki kualitas gizi individu ataupun suatu populasi.
Program ini dijalankan melalui pendekatan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, akademisi, serta kader dan komunitas lokal, guna memastikan intervensi gizi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Peresmian program Pendampingan Gizi yang berlangsung di Kantor Bupati Pasuruan, Jawa Timur mendapat sambutan positif dari pemerintah daerah. Bupati Kabupaten Pasuruan H. Mochamad Rusdi Sutejo, S.M. menyampaikan apresiasi atas kerja sama lintas sektor dalam menurunkan angka stunting.
âUpaya penurunan stunting merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga keluarga. Kami berterima kasih dan mengapresiasi kepedulian PT Nestlé Indonesia yang terus bersinergi mendukung kami dalam percepatan penurunan stunting dengan menyediakan asupan gizi harian yang terdiri dari susu dan telur. Ke depan, kami berharap program ini bisa terus berkembang dan menjangkau lebih banyak anak-anak yang membutuhkan intervensi gizi,â kata dia melalui siaran pers pada hari Kamis (7/8).
Sementara itu Corporate Affairs & Sustainability Director PT Nestlé Indonesia Sufintri Rahayu, menuturkan sebagai perusahaan Good Food, Good Life, Nestlé Indonesia berkomitmen memanfaatkan potensi makanan untuk meningkatkan kualitas hidup setiap individu, saat ini dan untuk generasi mendatang.
âNestlé Indonesia meyakini bahwa setiap anak berhak mendapatkan awal kehidupan yang sehat. Melalui program Pendampingan Gizi, kami berupaya memberikan kontribusi nyata dalam mencegah risiko stunting di Indonesia, khususnya pada kelompok anak usia dini yang paling rentan,â ungkapnya.
Program ini dirancang secara holistik, tidak hanya melalui pemberian makanan tambahan berbasis protein hewani seperti susu dan telur, tetapi juga edukasi dan pendampingan gizi kepada keluarga dan kader. Dengan intervensi sejak dini, perusahaan ini ingin memberi anak-anak kesempatan tumbuh optimal secara fisik dan kognitif.
âKami percaya bahwa membantu generasi mendatang untuk membangun pola hidup yang lebih sehat akan berkontribusi dalam pembentukan generasi yang berkualitas,â paparnya.
Program Pendampingan Gizi ini menyasar anak usia 1 hingga 4 tahun dengan risiko stunting karena memiliki berat badan stagnan, berat badan kurang, dan gizi kurang melalui intervensi berbasis asupan protein hewani.
âSetiap anak akan menerima satu gelas susu tinggi kalori Dancow GroPlus dan satu butir telur setiap hari selama enam bulan guna meningkatkan gizi harian mereka dan berkontribusi dalam perbaikan pertumbuhan anak secara bertahap,â ucapnya.
Market Nutritionist Lead PT Nestlé Indonesia Jennifer Handaja menjelaskan, tahun ini, program Pendampingan Gizi fokus pada intervensi dan edukasi gizi anak usia dini di tiga wilayah, yaitu Pasuruan, Batang, dan Karawang. Program ini bertujuan untuk menjangkau lebih dari 630 anak berisiko stunting dan melibatkan 1.350 orang tua, kader kesehatan, serta ibu hamil dan menyusui di lebih dari 95 desa.
âKami melakukan pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, akademisi, serta kader dan komunitas lokal. Selain itu, kami bekerja sama dengan tim ahli dari Universitas IPB untuk melakukan pemantauan tumbuh kembang secara rutin setiap bulan, guna memastikan efektivitas program dapat diukur secara ilmiah dan berkelanjutan,â tuturnya.
Selain intervensi langsung kepada anak, program ini juga memperkuat peran keluarga dan komunitas dalam upaya pencegahan stunting melalui edukasi gizi dan kesehatan. Kegiatan edukasi ini ditujukan bagi orang tua penerima manfaat, kader posyandu, serta kelompok rentan seperti ibu hamil dan menyusui di sekitar area intervensi, dengan tujuan membentuk perilaku hidup sehat jangka panjang serta meningkatkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya gizi pada masa emas pertumbuhan anak.
Kasifa, salah satu ibu dari anak penerima manfaat program Pendampingan Gizi di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur menuturkan, ia sangat senang mendapatkan program Pendampingan Gizi yang begitu bermanfaat bagi anak-anak dengan masalah gizi dan pertumbuhan.
âAlhamdulillah anak saya bisa ikut program ini dan mendapatkan satu gelas susu dan satu butir telur perhari. Semoga melalui program ini bisa membantu meningkatkan berat badan anak saya yang sebelumnya sulit bertambah. Terima kasih banyak Nestlé Indonesia, kami berharap program ini dapat terus berjalan dan semakin banyak anak bisa terbantu,â ungkapnya.
Sejalan dengan inisiatif global Nestlé untuk mendukung 50 juta anak hidup lebih sehat pada 2030, Nestlé Indonesia akan terus berkontribusi secara berkelanjutan melalui peningkatan gizi dan pemberdayaan komunitas di seluruh Indonesia. Upaya ini dilakukan dengan menyediakan pilihan lebih lezat dan sehat, seperti fortifikasi produk dengan mikronutrien penting seperti vitamin A, Zat Besi, Zink, Yodium, dan Vitamin D.
Pada 2024, sebanyak 2,99 miliar sajian produk telah difortifikasi untuk memberikan gizi lebih baik kepada jutaan anak di seluruh Indonesia dengan produk-produk unggulan seperti Dancow FortiGro, Nestlé Cerelac, Milo Activ-Go, Nestlé Batita, dan Koko Krunch.
"Sebelumnya, kami telah melakukan upaya menginspirasi masyarakat untuk hidup lebih sehat melalui program-program seperti Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) di Kabupaten Karawang dan 100 Hari Pendampingan Gizi yang membagikan pengetahuan gizi praktis. Melalui inovasi berkelanjutan dan komitmen, kami percaya bahwa setiap anak berhak mendapatkan masa depan yang lebih sehat, penuh harapan, dan kesempatan yang lebih baik," tambah Sufintri.
- susu
- Intervensi Gizi
- Nestle
- Telur
- program Pendampingan Gizi Nestlé Dukung Anak Lebih Sehat
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Rayakan Ultah ke 10, Aston Sentul Berikan Promo Menarik
-
Program Aksi Bersih Pantai di Kawasan Pesisir Desa Sumberjaya,
-
Grab Gelar Bintang 5 Awards, Ajak Masyarakat Pilih Destinasi Kuliner Favorit
-
138 Titik Perlintasan Tidak Terjaga dari Banten Hingga Cikampek
-
Nestle Indonesia Perluas Jaringan Nestlé Waste Station ke Alfamart untuk Perkuat Ekonomi Sirkular
-
ASN Kemenhub Tak Bisa WFH Jumat Penuh? Menhub Dudy Bongkar Aturan Main Barunya
-
Final Four Proliga 2026: Laga tak Menentukan, Samator Kandaskan Garuda Jaya 3-1
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.