Elina Svitolina Jadi Sasaran Ancaman Usai Kalah, Soroti Dampak Judi Online dalam Turnamen Tenis

Kamis, 07 Agu 2025, 07:10 WIB

MONTREAL, KANADA - Elina Svitolina kembali menghadapi sisi kelam dunia olahraga modern. Setelah tersingkir dari turnamen Canadian Open pekan ini, petenis Ukraina tersebut mengungkapkan bahwa ia menerima serangkaian pelecehan verbal hingga ancaman pembunuhan melalui media sosial. Ia menyebut serangan itu datang dari para penjudi yang kecewa,sebuah fenomena yang kian mengkhawatirkan di kalangan atlet profesional.

Unggulan ke-10 itu kalah dua set langsung dari Naomi Osaka dengan skor 6-2, 6-2 di perempat final WTA Montreal. Tak lama berselang, Svitolina membagikan sejumlah tangkapan layar pesan-pesan bernada kasar dan penuh kebencian yang diterimanya.

Ket. Foto: Elina Svitolina — Sumber: AFP

“Untuk semua penjudi di luar sana: saya seorang ibu sebelum saya seorang atlet,” tulis Svitolina, 30 tahun, di Instagram Story-nya. “Cara kalian berbicara kepada perempuan,kepada para ibu,sungguh memalukan. Jika ibu kalian membaca pesan ini, mereka pasti akan malu pada kalian.”

Beberapa pesan yang diterimanya bahkan menyinggung invasi Russia ke Ukraina, menambah lapisan kebencian yang tidak hanya bersifat pribadi, tetapi juga politis.

Pelecehan terhadap atlet oleh penjudi online bukan kasus baru. Sebuah studi yang dilakukan oleh sejumlah badan pengatur tenis menunjukkan bahwa hampir 50 persen kasus pelecehan terhadap pemain di media sosial pada tahun lalu berasal dari penjudi yang kalah taruhan.

Petenis Prancis Caroline Garcia sebelumnya juga mengungkap hal serupa usai kekalahannya di US Open 2023. Ia menyebut judi sebagai “salah satu penyebab utama pelecehan”, dan mengkritik keras platform media sosial yang dianggap gagal menyaring pesan berbahaya.

“Pelecehan seperti ini sangat melukai, apalagi setelah kekalahan berat ketika mental kami benar-benar rapuh,” kata Garcia saat itu. Ia juga menyatakan kekhawatirannya terhadap para pemain muda yang belum memiliki ketahanan emosional yang kuat.

Svitolina bukan satu-satunya dalam keluarganya yang mengalami situasi serupa. Suaminya, Gael Monfils, juga pernah mendapat hujan kritik dari penjudi setelah kalah di Stuttgart awal tahun ini. Namun Monfils memilih merespons dengan cara jenaka.

“Saya terkejut masih ada orang yang bertaruh pada saya saat melawan lawan yang jauh lebih muda,” ujar Monfils, 38 tahun, menyindir ekspektasi tak realistis para penjudi.

Kasus seperti yang menimpa Svitolina menambah tekanan terhadap WTA dan otoritas tenis lainnya untuk mengambil langkah lebih tegas. Meski beberapa akun media sosial yang menyebarkan ujaran kebencian dapat diblokir, banyak pelaku dengan mudah membuat akun baru dan mengulangi tindakan mereka.

  • Elina Svitolina
  • Judi Online
  • Canadian Open

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.