- Home
-
- Luar Negeri
-
- Paus Leo XIV Serukan Dunia...
Paus Leo XIV Serukan Dunia Tinggalkan Ancaman Nuklir demi Dialog dan Persaudaraan
Rabu, 06 Agu 2025, 19:00 WIBJAKARTA â Paus Leo XIV mengajak komunitas global untuk meninggalkan ancaman senjata nuklir dan menggantinya dengan komitmen terhadap keadilan, dialog, serta persaudaraan. Seruan itu disampaikan dalam audiensi umum di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, bertepatan dengan peringatan 80 tahun tragedi bom atom Hiroshima.
Pemimpin Gereja Katolik itu menegaskan bahwa rasa aman yang dibangun dari ancaman kehancuran bersama hanyalah ilusi yang menyesatkan. Ia menekankan bahwa dunia seharusnya bergerak menuju perdamaian sejati dengan mengedepankan pendekatan humanis dan bukan kekuatan militer.
âSaya berharap bahwa di dunia kontemporer, yang ditandai oleh ketegangan yang kuat dan konflik berdarah, keamanan ilusif yang didasarkan pada ancaman kehancuran bersama akan digantikan oleh instrumen keadilan, praktik dialog, dan kepercayaan dalam persaudaraan,â kata Paus Leo XIV.
Paus menyampaikan refleksi tersebut dalam konteks sejarah kelam bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki, yang menurutnya seharusnya menjadi pelajaran kolektif bagi umat manusia. Ia menilai tragedi tersebut bukan hanya kenangan, tetapi juga pengingat bahwa kekuatan destruktif tidak pernah membawa pada kedamaian sejati.
Dalam pesannya kepada Uskup Hiroshima, Mgr. Alexis Mitsuru Shirahama, Paus menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan Misa Perdamaian di Jepang.Â
âOrang yang penuh cinta adalah orang yang berani,â ujar Paus, mengutip pernyataan seorang penyintas bom atom (hibakusha) yang menjadi inspirasi dalam pesannya mengenai keberanian untuk mencintai di tengah ancaman.
Paus menekankan bahwa keberanian mencintai merupakan bentuk kekuatan yang lebih besar dibandingkan kekuatan militer. Menurutnya, dunia hanya akan benar-benar aman jika dipimpin oleh semangat kasih yang sadar dan terarah, bukan oleh logika saling menghancurkan.
Seruan ini hadir di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global yang kembali memunculkan ancaman penggunaan senjata nuklir sebagai alat pertahanan. Paus memperingatkan bahwa ketergantungan pada senjata tersebut hanya akan memperpanjang siklus kekerasan dan mencegah terciptanya perdamaian abadi.
Ia mengajak semua pihak, termasuk para pemimpin dunia, untuk berani memilih jalan dialog dan menghentikan ketergantungan pada kekuatan destruktif. Paus menilai bahwa keamanan sejati hanya dapat dicapai melalui saling percaya dan penghormatan terhadap martabat manusia.
Paus juga menyampaikan bahwa kasih yang sejati bukanlah sesuatu yang muncul secara instan, melainkan hasil dari ketekunan, kesetiaan, dan kesiapan untuk menghadapi kenyataan yang sulit. Hal itu, menurutnya, menjadi dasar spiritual yang harus dimiliki umat manusia dalam merespons berbagai krisis global.
Dalam audiensi tersebut, Paus mengingatkan bahwa dunia kini membutuhkan pendekatan baru yang menjauhkan umat manusia dari logika perang. Ia mengatakan bahwa era kontemporer harus menjadi momentum untuk membangun tatanan global baru yang berlandaskan solidaritas dan kasih universal.
Refleksi Paus menjadi sorotan penting di tengah peringatan tragedi kemanusiaan terbesar abad ke-20 yang masih menyisakan trauma kolektif. Ia menilai bahwa selama kekuatan nuklir masih dijadikan alat tawar politik, maka perdamaian yang hakiki tidak akan pernah tercapai.
Paus pun menutup pesannya dengan harapan agar masyarakat dunia menyadari pentingnya membuka ruang dalam hati mereka untuk kasih yang mendorong perdamaian. Ia menekankan bahwa kasih tidak hanya harus dirayakan, tetapi juga dijalankan dalam tindakan nyata yang berpihak pada kehidupan dan keadilan.
âKetika kita mempersiapkan tempat bagi Tuhan, kita mungkin menemukan bahwa kita dikelilingi oleh tanda-tanda, perjumpaan, kata-kata yang menunjuk ke ruangan yang luas dan telah dipersiapkan di mana misteri kasih yang tak terbatas dirayakan tanpa henti,â ujar Paus Leo XIV.
Dengan menyuarakan penolakan terhadap logika nuklir, Paus Leo XIV menegaskan posisi moral Gereja Katolik terhadap senjata pemusnah massal. Ia mengajak seluruh umat untuk mengubah rasa takut menjadi keberanian, dan menjadikan kasih sebagai dasar dari perdamaian yang berkelanjutan.
- ancaman nuklir
- Kota Vatikan
- Paus Leo XIV
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Hajar Chelsea, Manchester City Raih Juara Piala FA
-
Perenang Russia dan Belarusia Kembali Diizinkan Tampil dengan Bendera Nasional
-
Media Intelligence Kian Krusial untuk Memahami Perilaku Konsumen dan Opini Publik
-
Paus Leo XIV Berikan Komentar Jelang Bergulirnya Piala Dunia 2026
-
Paus Leo XIV Kembali Serukan Perdamaian di Timur Tengah
-
SUV Berbentuk Misterius Muncul dalam Iring-iringan Pengawalan Trump di Beijing
-
Ritel New Zealand Terpukul Lonjakan Harga Minyak Dunia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.