Enak Nih, Warga NTT Mendapat Kucuran Dana Rp615 Miliar dari Jakarta
Rabu, 06 Agu 2025, 13:18 WIBKUPANG â Untuk warga NTT boleh senang karena mendapat kucuran dana 615 miliar. Tapi ini harus digunakan untuk revitalisasi sarana pendidikan agar sekolah semakin maju.
Dana diguyur Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). âIni merupakan salah satu program pemerintah sektor pendidikan,â kata Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Lalipulhayat, di Kupang, Rabu.
Hal ini disampaikan dia usai menjadi pemateri dalam acara rakor pemerintah pusat bersama pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota se-NTT untuk membahas percepatan Program Strategis Nasional di provinsi tersebut.
Wamendikdasmen Atip mengatakan revitalisasi dilakukan terhadap 500 sekolah mulai dari SD hingga SMA/SMK tersebut saat ini telah berjalan dan berharap prosesnya cepat selesai. âJadi, ini bukan baru rencana, tetapi memang saat ini sudah berjalan di NTT ya,â ujar Wamendikdasmen.
Wamendikdasmen Atip mengatakan ada tiga kategori sekolah yang layak masuk daftar revitalisasi, yakni kategori rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat. Selain revitalisasi sejumlah sekolah, kata dia, pemerintah pusat juga dari anggaran tersebut membangun dua sekolah baru di NTT guna peningkatan pendidikan di provinsi berbasis kepulauan itu.
Sementara yang menjadi program dari Kemendikdasmen adalah digitalisasi pendidikan di Indonesia. Selain AstaCita di sektor pendidikan, kata dia, pemerintah juga memperhatikan kesejahteraan para guru. âNanti pengumumannya akan disampaikan oleh Presiden pada jam 1 siang nanti,â ujar Wamendikdasmen Atip.
Dalam kesempatan tersebut Wamendikdasmen Atip juga membahas tentang bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dan menurutnya bisa terus dilanjutkan karena mampu menekan anak putus sekolah tidak hanya di NTT tetapi seluruh Indonesia.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) NTT Ambros Kodo mengatakan 500 sekolah yang direvitalisasi itu masih terus berproses dan kemungkinan akan terus bertambah. âJumlah itu masih terus berproses dan kemungkinan terus bertambah, jadi belum bisa saya simpulkan total semua berapa,â ucapnya.
Kesehatan
Sementara itu, untuk sector kesehatan di NTT, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin minta pemerintah daerah (pemda), khususnya di NTT, agar memfokuskan penggunaan anggaran kesehatan lebih ke arah promotif serta preventif.
âDana alokasi untuk kesehatan kalau bisa digunakan lebih ke arah promotif serta preventif, karena pengeluarannya akan lebih murah,â kata Menkes Budi Gunadi Sadikin secara daring dari Jakarta, Rabu.
Hal ini disampaikan saat pemaparan dalam rakor pemerintah pusat bersama pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota se-NTT untuk membahas percepatan Program Strategis Nasional di provinsi tersebut.
Dalam paparannya, Menkes menyampaikan agar pemda khususnya unit kerja di masing-masing daerah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tetap hidup sehat.
Menurut dia, strategi kesehatan yang lebih efisien dan lebih murah juga bagi masyarakat adalah agar tetap sehat dengan menjaga masyarakat jangan sampai sakit. âSelama inikan program-program kita hanya fokus pada mengobati orang sakit, sehingga banyak anggaran yang keluar,â ujar Menkes.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Anda Berpuasa dan Tetap Ingin Berolahraga? Ini Strategi dan Saran Dokter
-
Berkah Ramadan, Omzet UMKM di Lebak Meningkat
-
Pemerintah: Enam Ruas Tol Fungsional Dibuka Gratis saat Mudik Lebaran 2026
-
Menko Ekonomi: WFH untuk Swasta Tergantung Kebutuhan
-
Sambut Pemudik Mulai 13 Maret, InJourney Airports Pastikan Kesiapan Operasi dan Layanan 37 Bandara
-
Mau Cari Suasana Baru? Weekend at Parapuar, Cara Baru Nikmati Sisi Darat Labuan Bajo
-
Diduga Produksi Petasan, Dua Pelajar Tulungagung Diamankan Polisi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.