Ekonomi NTT Tumbuh 5,44% di Triwulan II-2025, Lebih Tinggi dari Tahun Lalu
Rabu, 06 Agu 2025, 10:03 WIBÂ Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar 5,44 persen pada triwulan II-2025, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2024 (year-on-year/yoy).
âEkonomi NTT tumbuh sebesar 5,44 persen pada triwulan II-2025 (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional di angka 5,12 persen,â kata Kepala BPS Provinsi NTT Matamira B. Kale di Kupang, Selasa.
Ia mengatakan, pada periode ini sebagian besar lapangan usaha tumbuh positif.
âDari lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar, empat di antaranya menunjukkan pertumbuhan positif, yakni pertanian, perdagangan besar dan eceran, administrasi pemerintahan, dan jasa pendidikan, sedangkan konstruksi mengalami kontraksi,â jelas dia.
Pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi pada lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor yaitu sebesar 12,90 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 39,89 persen.
âBila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-to-q), ekonomi NTT pada triwulan II-2025 mengalami pertumbuhan sebesar 7,54 persen,â kata dia.
Ia mengatakan, dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi pada lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum yang meningkat sebesar 21,55 persen.
Sedangkan dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 63,53 persen.
âPerekonomian NTT selama semester I-2025 tumbuh 5,10 persen (c-to-c) lebih tinggi dibanding kumulatif periode yang sama tahun sebelumnya,â kata dia.
Dari sisi lapangan usaha, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, dan reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 12,42 persen.
Sedangkan dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 23,27 persen.
Struktur ekonomi NTT pada triwulan II-2025 masih didominasi oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi sebesar 30,48 persen.
Sementara itu, dari sisi pengeluaran masih didominasi komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga yaitu sebesar 64,87 persen.
- Badan Pusat Statistik (BPS)
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Tim Koran Jakarta
Berita Terkait:
-
Lelah dan Sakit, Ratusan Korban Selamat KMP Mutiara Santosa 2 Tiba di Tanjung Perak Surabaya
-
Usut Tuntas, Kejati Akan Limpahkan Kasus Reklamasi Pantai Amahami ke Kejari Bima
-
SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi akan Dibangun pada 2027
-
TPA Open Dumping Sarang “Hantu Belang”
-
Pascagempa NTT, PLN: 429 Gardu Listrik Sudah Pulih dan Kembali Beroperasi
-
John Stones Resmi Gabung Inter Milan, Siap Buka Babak Baru di Serie A
-
ASN NTB Diusulkan Wajib Kenakan Tenun Lokal, Langkah Baru Dongkrak Ekonomi Perajin
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.