Bantuan untuk Perbaikan Atap Rumah Warga Korban Puting Beliung
Rabu, 06 Agu 2025, 23:15 WIBMeulaboh - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat mulai melakukan perbaikan terhadap atap sejumlah rumah masyarakat korban angin puting beliung di Desa Lueng Tanoh Tho, Kecamatan Woyla.
âPerbaikan ini merupakan inisiatif teman-teman di lapangan, tujuannya untuk meringankan beban para korban khususnya warga rentan,â kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah kepada ANTARA, Rabu.
Ada pun sasaran perbaikan bagian atap rumah tersebut, kata dia, adalah masyarakat korban yang berasal dari keluarga tidak mampu dan rentan, karena memiliki warga lanjut usia.
Teuku Ronald mengatakan perbaikan tersebut dilakukan secara sukarela oleh petugas, dengan harapan para korban tidak lagi menginap di tenda akibat bagian atap rumahnya rusak diterbangkan angin pada Sabtu (2/8) pekan lalu.
Sejak Minggu hingga Selasa (3-5/8) lalu, BPBD Aceh Barat sempat mendirikan tenda darurat di Desa Lueng Tanoh Tho, Kecamatan Woyla, Kabupaten Aceh Barat pascaputing beliung.
Namun warga memilih untuk bertahan di rumah masing-masing, sehingga BPBD Aceh Barat memilih memasang tenda di depan rumah warga.
Teuku Ronald mengatakan bencana alam angin puting beliung yang terjadi di Desa Lueng Tanoh Tho, Kecamatan Woyla, Kabupaten Aceh Barat menyebabkan 50 jiwa atau 17 kepala keluarga terdampak, karena 17 unit rumah warga rusak dengan kategori ringan, sedang, hingga berat.
Meski mengalami kerusakan, BPBD Aceh Barat memastikan tidak ada korban jiwa dalam bencana alam yang terjadi di daerah ini.
- meulaboh
- Angin Puting Beliung
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Ones
Berita Terkait:
-
Dampak angin puting beliung di Sidoarjo
-
BAPPISUS: Pemerintah Jamin Stok Pangan dan Energi Aman
-
Dampak angin puting beliung di Ciamis
-
Loyal Pakai Pertamax, Pengemudi Ojol Dapat Apresiasi Langsung dari Pertamina Patra Niaga
-
Gunakan Masker, Udara Jakarta Rabu (29/4) Pagi Ini Tak Sehat
-
Senator AS Akhiri Penutupan Pemerintahan Terlama dalam Sejarah
-
100 Ribu WNI Diduga Bekerja di Kamboja, Padahal Bukan Negara Penempatan Resmi
Satlap Tri Cakti dan Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Bijih Timah Ilegal Senilai Rp1,8 Miliar.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.