Sempat Dipakai Gibran, Jolly Roger Bukan Sekadar Simbol: Ketika Bendera Bajak Laut One Piece Diseret ke Panggung Politik Indonesia!

Selasa, 05 Agu 2025, 10:12 WIB

JAKARTA - Sebelum bendera tengkorak One Piece alias Jolly Roger menghebohkan jagat maya jelang peringatan HUT ke-80 RI, ada momen politis yang sempat membekas di ingatan publik, saat Gibran Rakabuming, kini resmi menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia, tampil mengenakan simbol ikonik tersebut dalam kampanye Pilpres 2024.

Saat debat Capres-Cawapres 2024, Gibran terlihat mengenakan pin berbentuk tengkorak dengan topi jerami khas kru Bajak Laut Mugiwara, tepat di dada kirinya. 

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Penampilan Gibran langsung mencuri perhatian netizen, tak hanya karena keberanian fesyennya yang tak biasa, tapi juga karena membawa simbol pop culture Jepang ke arena politik nasional.

Tak berhenti di situ, Gibran kembali membuat kejutan saat mengunjungi kediaman Presiden terpilih Prabowo Subianto pada 21 Januari 2024. Ia tampil mengenakan pin yang sama, mempertegas gaya dan simbol yang ia usung. 

Beberapa waktu setelahnya, ia bahkan tampil dengan jaket berlambang klan Uzumaki dari serial anime legendaris Naruto. Simbol-simbol dari dunia anime pun seolah menjadi bagian dari identitas politik barunya.

Setahun berlalu, Jolly Roger kembali menjadi sorotan panas publik saat bendera bergambar tengkorak bersilang tersebut dikibarkan sekelompok warga menjelang HUT ke-80 RI. 

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, merespons keras dan menuding aksi itu sebagai bentuk provokasi yang dapat memecah belah bangsa. Ia menyebut pengibaran simbol anime itu sebagai tindakan sistematis yang mengganggu persatuan nasional. 

Sehari kemudian, ia meralat pernyataannya dan menyatakan pengibaran bendera One Piece tidak berkaitan langsung dengan bendera Merah Putih.

Namun sebenarnya, dalam lore One Piece, Jolly Roger bukanlah sekadar simbol bajak laut. Dikutip dari situs resmi One Piece Fandom, bendera ini menyuarakan nilai-nilai penting seperti kebebasan, keberanian, kesetiaan antar kru, dan perlawanan terhadap ketidakadilan.

Tokoh utama Monkey D. Luffy menggunakan Jolly Roger bukan untuk menyebar ancaman, tapi sebagai lambang perlawanan terhadap kekuasaan absolut dan represif ala Pemerintah Dunia dalam cerita. 

Bahkan di beberapa wilayah, bendera ini digunakan untuk melindungi orang-orang tertindas dan menginspirasi semangat perlawanan.

Simbol Jolly Roger pun akhirnya tak bisa dilihat sebatas ikon bajak laut fiksi. Ketika dipakai dalam konteks politik atau perayaan nasional, ia menjadi cermin perdebatan, apakah ini bentuk ekspresi budaya global, atau justru ancaman terhadap identitas nasional?

Yang jelas, dari panggung debat hingga polemik HUT RI, Jolly Roger sudah terlanjur berlayar jauh ke tengah arus kontroversi publik Indonesia.

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.