OJK: Sektor Jasa Keuangan Indonesia Dinilai Masih Resilien
Selasa, 05 Agu 2025, 01:00 WIBJakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar berharap sektor jasa keuangan Indonesia dapat terus menjaga ketahanan atau resiliensi di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Menurutnya, ketahanan sektor keuangan didukung oleh permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, serta profil risiko yang terjaga, sehingga mampu menopang peran sektor jasa keuangan dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi ke depan.
âIndikator sisi penawaran masih mix dengan surplus neraca perdagangan yang persistent dan cadangan devisa di level yang tinggi. Meskipun PMI (Purchasing Managersâ Index) Manufaktur masih di zona kontraksi,â kata Mahendra dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner OJK Juli 2025, Jakarta, Senin (4/8).
Seperti dikutip dari Antara, salah satu faktor yang turut memperkuat prospek sektor keuangan Indonesia adalah kesepakatan tarif resiprokal dengan Amerika Serikat (AS).
Mahendra menilai, kebijakan AS untuk menetapkan tarif 19 persen terhadap produk asal Indonesia merupakan langkah positif yang membuka peluang daya saing baru bagi produk Tanah Air.
âKesepakatan Indonesia dengan AS untuk menurunkan tarif menjadi 19 persen yang menjadi salah satu tarif terendah di kawasan diharapkan akan menciptakan peluang yang meningkatkan daya saing Indonesia, terutama dibandingkan dengan negara-negara lain yang menghadapi tarif yang lebih tinggi dari Amerika Serikat,â ujarnya.
Sebagaimana diketahui, tarif Indonesia lebih rendah jika dibandingkan dengan Vietnam dan Filipina yang dikenakan tarif 20 persen. Sementara, negara lain seperti Malaysia, Thailand, dan Kamboja dikenakan tarif yang sama sebesar 19 persen oleh AS.
Lebih lanjut, Mahendra juga menyambut baik keputusan lembaga pemeringkat global Standard & Poorâs (S&P) yang kembali mengafirmasi peringkat kredit sovereign Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook stabil.
Menurutnya, penilaian itu mencerminkan kepercayaan investor terhadap sektor keuangan Indonesia.
âPenilaian ini mencerminkan kepercayaan yang terus terjaga terhadap kekuatan fiskal, ketahanan ekonomi, serta sektor keuangan Indonesia yang solid,â tuturnya.
Berbagai perkembangan positif seperti meredanya ketegangan dagang global dan tercapainya kesepakatan perdagangan Indonesia-AS diharapkan dapat menjadi momentum optimalisasi kinerja sektor jasa keuangan, terutama dalam mendorong penyaluran pembiayaan ke sektor-sektor prioritas nasional.
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Ribuan Pendaki Padati Dua Gunung di Kerinci Selama Libur Nataru
-
Liga Champions: Arsenal di Atas Angin, Leverkusen Ditantang Bangkit di Emirates
-
Inggris Pilih Andalkan Armada Kapal Selam dan Menolak Memperluas Pencegahan Serangan Nuklir dengan Jet F-35A
-
Jakarta Komit Jaga Stabilitas Ekonomi
-
Sudinkes Jaksel: Kasus DBD Banyak Menyerang Remaja dan Dewasa Muda
-
Pemkab Bantul Siapkan Rp2,3 Miliar APBD 2026 untuk Perbaikan Infrastruktur Rusak
-
Arus Mudik H-2 Lebaran 2026 Padat Merayap
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.