Pos Koordinasi Karhutla Kabupaten Kota Sudah DIdirikan

Senin, 04 Agu 2025, 17:10 WIB

BANJARBARU - Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhidin menyatakan kabupaten/kota di provinsi tersebut telah mendirikan pos koordinasi untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai titik yang diakomodir satuan tugas (satgas) darat. 

“Saya minta setiap posko lakukan pemantauan secara detail, padamkan meskipun titik api itu kecil agar tidak meluas,” kata Muhidin usai Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana Karhutla 2025 di Banjarbaru, Senin. 

Ket. Foto: Gubernur Kalsel Muhidin (tengah depan) memberikan paparan dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana Karhutla 2025 se-Provinsi Kalsel di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (4/8). — Sumber: ANTARA/Tumpal Andani Aritonang

Gubernur Muhidin menyebutkan sebanyak 75 titik karhutla dan lebih dari 1.900 titik api telah terdeteksi yang tersebar pada 13 kabupaten/kota di provinsi ini hingga akhir Juli 2025.

“Sebanyak 75 kejadian karhutla dan sekitar 1.900 titik api itu hasil dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi dan kabupaten/kota melalui pos koordinasi,” katanya lagi.

Ia juga telah menerima laporan alat pemadam berupa pompa dan selang yang digunakan di lapangan terlalu kecil sehingga kurang maksimal menyiram titik api saat terjadi karhutla.  

Gubernur Muhidin meminta instansi terkait segera menindaklanjuti temuan itu agar tenaga kebencanaan di lapangan bisa menggunakan alat pompa yang lebih besar sehingga titik api lebih mudah padam. 

Karena menurut dia, jika titik api sudah meluas maka akan sulit dipadamkan, apalagi hanya menggunakan pompa dan selang yang kapasitasnya cukup kecil tentu menyebabkan situasi tidak terkendali di lapangan. 

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel Bambang Dedi Mulyadi mengatakan dari total 75 kejadian karhutla itu tersebar pada beberapa daerah, namun dominan di Kota Banjarbaru sekitarnya.

Ia mengungkapkan luas karhutla hingga akhir Juli 2025 telah melahap sekitar 59 hektare lahan, luas karhutla tersebut masih dapat ditangani oleh berbagai satgas karhutla gabungan baik dari BPBD provinsi, kabupaten/kota, Manggala Agni, SKPD terkait, TNI, Polri, dan masyarakat.

“Gubernur Kalsel telah mengambil beberapa keputusan strategis, termasuk pengadaan satu desa satu alat pemadam karhutla. Ide dan inovasi penanggulangan dan mitigasi tentu sangat penting untuk mencegah karhutla tidak meluas,” ujar Bambang.

  • karhutla
  • kalimantan selatan
  • kalsel
  • kebakaran hutan
  • pos koordinasi

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.