Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Komisi XI Wanti-Wanti Celah Cuci Uang di Balik PMK Emas

📅 Senin, 04 Agu 2025, 15:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Komisi XI Wanti-Wanti Celah Cuci Uang di Balik PMK Emas Doc: ANTARA/Muhammad Adimaja
Ket. Ilustrasi - Aset investasi emas batangan.

JAKARTA - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai bahwa penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 51 dan 52 Tahun 2025 merupakan langkah strategis dalam membangun tata kelola ekosistem emas yang lebih transparan dan akuntabel. 

Kedua regulasi yang mulai berlaku efektif per 1 Agustus 2025 itu dinilai dapat memperkuat pengawasan, menciptakan kepastian hukum, serta mendorong integrasi sektor emas ke dalam sistem keuangan formal.

Namun demikian, Misbakhun menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap implementasi kebijakan ini, mengingat sektor emas kerap menjadi celah dalam praktik pencucian uang maupun penghindaran pajak. 

Dia menekankan bahwa efektivitas PMK tersebut sangat bergantung pada koordinasi antarlembaga dan kesiapan infrastruktur pengawasan di lapangan.

Dengan demikian, PMK No. 51 dan 52/2025 diharapkan bukan hanya menjadi instrumen regulatif semata, melainkan juga katalis bagi peningkatan penerimaan negara dan penguatan sektor keuangan nasional.

Dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Senin (4/8), Misbakhun mengatakan kebijakan yang mengenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,25 persen atas pembelian emas batangan oleh bullion bank, yang disertai berbagai pengecualian strategis, merupakan sebuah langkah positif.

Kebijakan ini dia nilai sebagai terobosan yang dirancang secara cermat untuk mendorong efisiensi sistem, meningkatkan likuiditas, dan menjaga daya saing sektor emas di dalam negeri di tengah tantangan pasar global.

Namun, politisi senior Partai Golkar ini menilai peraturan tersebut perlu penguatan untuk menjamin kepastian hukum dan menutup celah yang berpotensi merugikan negara.

Tanpa perbaikan yang solid, kata dia, tujuan mulia dari penerbitan regulasi ini dikhawatirkan tidak akan tercapai sepenuhnya.

"Penguatan yang dimaksud mencakup perumusan definisi operasional yang lebih rigid dan tidak multitafsir di dalam batang tubuh peraturan, memperjelas perlakuan skema pajak untuk transaksi emas non fisik atau digital yang volumenya terus meningkat, sebuah aspek yang belum diatur secara eksplisit," kata dia dalam siaran pers tersebut.

Dia juga menekankan perlunya membangun sistem pengawasan efektif yang terintegrasi antar lembaga terkait untuk memantau seluruh rantai transaksi emas.

Dengan adanya sistem ini, diharapkan manfaat ekonomi dari sektor emas dapat dirasakan secara maksimal oleh negara dan masyarakat.

"Perumusan definisi yang presisi, kejelasan pajak transaksi digital, dan terutama sistem pengawasan yang terintegrasi adalah kunci mutlak agar tujuan besar kita untuk efisiensi sistem dan optimalisasi penerimaan negara benar-benar tercapai tanpa ada kebocoran," tutup Misbakhun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.