- Home
-
- Megapolitan
-
- Gelaran Pasar Murah untuk ...
Gelaran Pasar Murah untuk Kendalikan Inflasi
Senin, 04 Agu 2025, 01:05 WIBTANGERANG â Dalam rangka stabilisasi harga dan menekan laju inflasi, maka digelar pasar murah. Gerakan Pangan Murah (GPM) dilaksanakan di 13 kecamatan dari 30 Juli hingga 15 Agustus 2025. Laju inflasi sesuai dengan standar nasional berada di rentang 1,5 sampai 3,5 persen.
âSejak akhir Juli hingga pertengahan Agustus kita gelar Gerakan Pangan Murah untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok,â kata Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, Minggu (3/8).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kota Tangerang, indeks inflasi periode awal semester kedua Kota Tangerang tahun ini tercatat 2,03 persen. Angka ini terendah dari periode yang sama tahun-tahun 2023 (2,82 persen), dan 2024 (2,48 persen).
Ruta Ireng melanjutkan, capaian indeks inflasi bulan ini menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya daya beli masyarakat sampai akhir tahun. âKami akan terus menyiapkan berbagai kebijakan strategis untuk menjaga stabilitas inflasi tetap terkendali meski sedikit kenaikan 0,15 persen dari bulan sebelumnya,â katanya.
Perlu diketahui, Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang menggelar âGerakan Pangan Murahâ di 13 wilayah kecamatan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang Muhdorun menyatakan program ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Gerakan Pangan Murah yang mengusung tagar #GampangSembako dilaksanakan mulai 30 Juli hingga 15 Agustus. Sementara itu, berbagai bahan pokok yang tersedia dengan harga di bawah harga pasar meliputi minyak goreng dengan harga 18.500 per liter, beras SPHP 5kg seharga 58.000.
Sedangkan untuk gula 1kg harganya 17.500. Daging ayam mulai dari 30.000. Bawang merah, bawang putih, cabai dan berbagai komoditas penting lainnya juga ada.
Sinergi
Sedangkan, Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan pengendalian inflasi bukan hanya soal angka, tetapi tentang cara pemerintah hadir menjaga daya beli dan ketahanan warga. âPengendalian inflasi membutuhkan sinergi semua pihak. Kami mengacu pilar utama: ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, dan komunikasi yang efektif,â ujar Sachrudin.
Menurut Sachrudin, sejumlah langkah konkret yang telah dilakukan Pemkot Tangerang di antaranya menggelar 22 kali operasi pasar melalui program Gelar Pangan Murah, Pasar Murah, dan Bazar Murah. Selanjutnya, menyalurkan 9.245 bibit cabai kepada kelompok wanita tani dan masyarakat melalui Gerakan Menanam. Kemudian, melakukan pemantauan harian harga kebutuhan pokok oleh Perumda Pasar.
Itu dilakukan bekerja sama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UKM, serta Dinas Ketahanan Pangan. Rapat teknis rutin bersama Forkopimda, Bulog, dan BPS untuk menyikapi dinamika harga serta pasokan.
Selain itu, Pemkot juga menjalankan program Gampang Sekolah, Gampang Kerja, Gampang Sembako (3G) sebagai bentuk perlindungan sosial untuk mengurangi dampak inflasi secara langsung terhadap masyarakat. âSemua kebijakan ini bagian dari komitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Kita ingin membangun kota yang kolaboratif, berkelanjutan, dan sejahtera,â jelasnya.
Sementara itu, Perum Bulog menggandeng Polri untuk mengawal penyaluran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) agar tepat sasaran, transparan, dan optimal. Langkah ini penting dalam menjaga stabilitas harga serta ketahanan pangan nasional.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menandaskan, telah bertemu langsung pihak kepolisian untuk minta dukungan dalam penyaluran beras SPHP. âMelalui pertemuan, kami berharap mendapatkan banyak dukungan dari Polri. Harapannya, beras SPHP dapat lebih tersebar merata, sehingga ada stabilisasi harga dan ketersediaan pangan,â kata Rizal.
Dalam pertemuan tersebut, Rizal yang didampingi Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Mokhamad Suyamto menuturkan pihaknya melakukan pembahasan langkah-langkah kongkret terkait sinergi antara Bulog dan Polri dalam mendukung program pemerintah menuju swasembada pangan.
Ia menambahkan, kolaborasi pihaknya bersama Polri menjadi bagian dari upaya bersama untuk menciptakan ekosistem pangan nasional yang tangguh, terjaga, dan berkelanjutan, sebagai upaya nyata dalam mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.Â
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara
Berita Terkait:
-
Kerugian Akibat Kericuhan di Kalibata Mencapai Rp1,2 Miliar
-
Bantuan Gamelan Dorong Penguatan Pendidikan Seni di Sekolah Menengah Sleman
-
Wapadai Lonjakan Harga, DPR Dorong Pemerintah Perbanyak Pasar Murah
-
Wamenlu RI: Peluang Perdamaian di Libya Kian Terbuka
-
500 Anak Ikuti Safari Dongeng Ramadan McDonald’s Indonesia di Masjid Istiqlal, Belajar Nilai Moral lewat Cerita Interaktif
-
Desa Didorong Jadi Pionir Ekonomi Sirkular
-
Kemendukbangga/BKKBN Dorong Kesadaran Anti-Bullying Lewat Gen Z
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.