Serangan Drone Ukraina Akibatkan Kebakaran Besar di Depo Minyak Sochi Saat Russia Klaim Intersep 93 UAV

Minggu, 03 Agu 2025, 13:40 WIB

JAKARTA – Serangan drone Ukraina memicu kebakaran besar di sebuah tangki minyak di kota resor Sochi, Rusia, pada Minggu pagi, menandai eskalasi signifikan dalam kampanye Kyiv terhadap infrastruktur strategis di wilayah Rusia. Kebakaran terjadi pada tangki bahan bakar berkapasitas 2.000 meter kubik di distrik Adler dan memicu respons darurat dari lebih dari 120 petugas pemadam kebakaran untuk mengendalikan api .

Rusia mengklaim telah menembak jatuh atau mengintersep 93 drone Ukraina sepanjang malam, termasuk 60 di atas Laut Hitam dan satu di atas wilayah Krasnodar. Dari wilayah itu pula kebakaran terjadi, meskipun sebagian besar drone berhasil digagalkan oleh sistem pertahanan udara Rusia .

Ket. Foto: — Sumber: AFP

Akibat kebakaran, otoritas penerbangan sipil Rusia sempat menghentikan lalu lintas udara di Bandara Internasional Sochi demi alasan keselamatan. Namun, operasional kembali dilanjutkan sekitar pukul 02.00 GMT setelah situasi dianggap terkendali .

Tidak hanya di Sochi, wilayah Voronezh juga terkena dampak serangan drone Ukraina yang menyebabkan kebakaran dan melukai empat orang. Gubernur setempat mengonfirmasi adanya kerusakan dan korban ringan dalam serangan tersebut .

Sebelumnya, Putin telah memperketat pertahanan di Sochi menyusul insiden drone bulan lalu yang menewaskan satu warga di Adler. Meskipun Sochi relatif jarang menjadi target, kejadian kali ini menunjukkan peningkatan frekuensi serangan ke kawasan pantai Rusia .

Sepanjang malam, Rusia melaporkan usaha pertahanan melumpuhkan 138 drone dan bom kendali yang diluncurkan Ukraina ke berbagai posisi strategis Rusia. Serangan itu menjangkau medan luas, termasuk peluncuran kapasitun dan bom udara kendali yang melibatkan kerusakan signifikan pada fasilitas militer dan energi .

Dalam reaksi serangan tersebut, militer Ukraina menyatakan telah berhasil menyerang sembilan lokasi militer Rusia, termasuk pangkalan udara di Primorsko‑Akhtarsk, lima sistem artileri, dua pos komando, dan instalasi radio. Mereka melaporkan kerugian Rusia meliputi 920 personel, 178 drone taktis, dan berbagai peralatan militer lainnya .

Serangan ini sejalan dengan peningkatan intensitas bentrokan di garis depan: Kyiv menghadapi agresi rudal dari Rusia sementara pihak Ukraina melancarkan balasan strategis terhadap target logistik dan energi Rusia. Situasi ini menandakan eskalasi berkelanjutan dalam konflik saat memasuki tahun keempat  

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.