Realisasi Investasi Capai Rp477,7 Triliun, Prasasti Nilai Jadi Sinyal Positif Ketahanan Ekonomi

Minggu, 03 Agu 2025, 16:30 WIB

JAKARTA – Pusat Studi Kebijakan Prasasti menilai capaian investasi Indonesia pada kuartal kedua 2025 yang mencapai Rp477,7 triliun merupakan sinyal positif di tengah ketidakpastian ekonomi global. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) mencatat nilai tersebut meningkat 2,7 persen dibandingkan kuartal sebelumnya yang tercatat Rp465,2 triliun.

Dengan realisasi investasi semester pertama tahun ini yang sudah mencapai Rp942,9 triliun, Indonesia telah menempuh hampir setengah dari target tahunan sebesar Rp1.905,6 triliun. Direktur Riset Prasasti, Gundy Cahyadi, menyatakan data tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi nasional yang terus menguat.

Ket. Foto: — Sumber: Getty Image

"Di tengah dinamika global yang menantang, fakta bahwa Indonesia mampu mempertahankan arus investasi ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang ekonomi kita," ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip Sabtu, 2 Agustus 2025.

Berdasarkan sektor, industri logam dasar menjadi kontributor utama dengan nilai investasi sebesar Rp67,1 triliun atau sekitar 14,1 persen dari total investasi. Diikuti sektor pertambangan sebesar Rp53,6 triliun, sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi sebesar Rp44,2 triliun, serta sektor perdagangan dan reparasi senilai Rp40 triliun.

Gundy menilai tren investasi ini mencerminkan terjadinya transformasi dalam struktur ekonomi nasional. Meski hilirisasi tetap menjadi pendorong utama, sektor-sektor baru seperti perdagangan dan jasa mulai menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Gundy juga menyoroti penurunan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 6,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada kuartal kedua, PMA tercatat Rp202,2 triliun, sementara penanaman modal dalam negeri (PMDN) menyumbang Rp275,5 triliun dari total realisasi investasi.

"Investor memang lebih berhati-hati dalam jangka pendek, tetapi mereka tetap memandang Indonesia sebagai tujuan strategis," kata Gundy.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPKM, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa investasi pada kuartal kedua 2025 telah menciptakan lapangan kerja bagi 665.764 orang. Penyerapan tenaga kerja ini menjadi salah satu indikator penting dampak langsung investasi terhadap ekonomi nasional.

"Jadi, ini mewakili penyerapan tenaga kerja dari investasi pada kuartal kedua saja," ujar Rosan saat memberikan keterangan pada Selasa, 29 Juli 2025, seperti dikutip dari Antara.

Adapun lima negara teratas yang merealisasikan investasi asing di Indonesia pada kuartal kedua tahun ini adalah Singapura dengan nilai US$4,2 miliar, disusul Hong Kong sebesar US$2,3 miliar, Tiongkok US$1,8 miliar, Amerika Serikat US$0,8 miliar, dan Malaysia sebesar US$0,7 miliar.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.