Ini 5 Rekomendasi ALFI Institute, untuk Tekan Biaya Logistik Nasional

Jumat, 01 Agu 2025, 19:11 WIB

JAKARTA - ALFI Institute (Institut Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia) mencatat bahwa meskipun telah terjadi tren penurunan biaya logistik nasional per PDB dari 26% pada tahun 2014 menjadi 14,3% per PDB pada tahun 2024 lalu, namun secara perbandingan dengan negara kawasan Asia Tenggara masih tergolong lebih tinggi dibandingkan Vietnam, Malaysia, dan Singapura.

Ketua ALFI Institute, Yukki Nugrahawan Hanafi, menilai tingginya biaya logistik nasional dapat memengaruhi daya saing nasional, khususnya jika ditempatkan dalam konteks persaingan dalam mencari pangsa pasar baru dengan kenaikan tarif yang berlaku dalam tatanan perdagangan internasional saat ini.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Istimewa

“Untuk terus meningkatkan daya saing dan memperkuat industri nasional, biaya logistik dan rantai pasok yang lebih rendah perlu menjadi fokus utama pemerintah dan pelaku usaha agar Indonesia bisa lebih kompeitif dan menjadi pilihan mitra dagang utama dunia,” kata Yukki dalam keterangan tertulisnya Jumat (1/8).

Secara spesifik, tingginya biaya logistik per PDB ini dipengaruhi oleh berbagai macam biaya-biaya yang harus dikeluarkan oleh pelaku usaha yang meliputi biaya transportasi maupun pergudangan, serta administrasi manajemen logistik. Namun, secara makro, kami melihat tingginya biaya logistik nasional ini tidak terlepas dari ketersediaan infrastruktur logistik yang belum terintegrasi dan merata, serta rantai pasok yang belum efisien.

“Ketersediaan infrastruktur logistik dan manajemen rantai pasok yang secara kuantitas dan kualitas meningkat tidak hanya dapat menurunkan biaya logistik, namun lebih dari itu juga menegaskan posisinya sebagai pusat utama perdagangan dan jasa serta investasi,” kata Yukki.

Untuk terus mendorong efisiensi biaya logistik dan rantai pasok, ALFI Institute mendorong agar pemerintah bersinergi dengan pelaku usaha untuk melakukan reformasi sistem logistik nasional dengan 5 prioritas kebijakan.

Pertama, meningkatkan ketersediaan infrastruktur logistik baik darat, laut, dan udara. Kedua, meningkatkan tata kelola fiskal dan tata niaga logistik yang mudah, efisien, dan optimal. Ketiga, melakukan harmonisasi regulasi serta proses birokrasi yang mudah dam tidak berbelit.

Keempat, mendorong revitalisasi armada angkutan untuk mendorong performa operasional logistik. Kelima, meningkatkan kapasitas para pelaku usaha logistik dan rantai pasok serta SDM yang berada pada sektor logistik, khususnya dalam proses digitalisasi dan manajemen sistem logistik darat, laut, dan udara.

“ALFI Institute menilai bahwa untuk menekan biaya logistik yang rendah menjadi keharusan agar daya saing Indonesia meningkat. Kami menilai lima rekomendasi fokus kebijakan ini perlu dilakukan secara komprehensif dan berjalan bersama-sama.” tutup Yukki

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Mohammad Zaki Alatas

Berita Terbaru

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.