Banyak Kebakaran Hutan, Pemprov Kaltim Tetapkan Status Siaga Bencana Karhutla Selama 3 Bulan
Jumat, 01 Agu 2025, 08:38 WIBSAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (kalteng) menetapkan status siaga bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama 90 hari, mulai 1 Agustus hingga 29 Oktober 2025.
âSetelah mendengarkan paparan dari sejumlah instansi terkait, kami sepakat menetapkan status siaga bencana karhutla selama 90 hari atau kurang lebih tiga bulan ke depan,â kata Wakil Bupati Kotim Irawati di Sampit, Jumat (1/8).
Penetapan ini merupakan hasil rapat koordinasi melibatkan sejumlah instansi terkait, di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), BMKG Kotim, Polres Kotim, Kodim 1015/Sampit, Kejari Kotim, Disdamkarmat, Manggala Agni, Camat, masyarakat peduli api (MPA), dan lainnya.
Irawati menjelaskan penetapan status ini mengacu pada perkembangan kondisi dalam beberapa waktu terakhir. Sebab, intensitas kejadian karhutla di Kotim mulai meningkat, begitu juga jumlah hotspot atau titik panas yang terdeteksi.
Selain itu, berdasarkan prakiraan cuaca BMKG Kotim, menunjukkan potensi karhutla yang cukup tinggi di wilayah Bumi Habaring Hurung tersebut seiring dengan menurunnya curah hujan di musim kemarau.
âTetapi, untuk penetapan status ini bisa berubah sesuai hasil evaluasi ke depannya, misalnya kalau hotspot terpantau menurun, status bisa kita turunkan, sebaliknya jika hotspot itu naik, statusnya bisa kita naikkan,â kata Irawati.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam menyampaikan Kotim menjadi yang kelima menetapkan status siaga bencana karhutla di wilayah Kalteng, setelah Kabupaten Pulang Pisau dan Gunung Mas, Kota Palangka Raya dan Provinsi Kalteng.
Multazam mengatakan dalam rapat koordinasi telah disampaikan beberapa perintah dari pimpinan pusat, provinsi hingga kabupaten mengenai penanggulangan karhutla yang menjadi acuan bagi satgas di daerah.
âKalau kebakaran satu hari hanya satu atau dua titik dan cepat akses ke lokasi, serta dilakukan pembatasan insya Allah bisa kita atasi, tetapi kalau terjadi perluasan itu yang sulit. Kami berharap kesadaran masyarakat. Hampir 99 persen kejadian karhutla disebabkan manusia, baik sengaja maupun tidak sengaja,â katanya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Rupiah Hari Ini Terseret Sentimen Risk-Off Dunia, Efek Penguatan Dolar dan Kenaikan Imbal Hasil US Treasury
-
Pada Masa Mudik dan Balik Angleb Mendatang, Berikut Pengaturan Lalin
-
17 Pelaku Karhutla Ditangkap, Polda Riau Tegas Berantas Pembakaran Lahan
-
Rancangan Pergub tentang Pengendalian Karhutla Lewat Kearifan Lokal
-
BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Masjid dan RT/RW Lindungi Pekerja Informal
-
Teladani Rahmi Hatta: Menteri PPPA dan Meutia Hatta Tekankan Peran Ibu dalam Pemberdayaan Perempuan
-
Brigade Siapkan Pengawalan di Tiga Titik Jalur Pendakian Gunung Dempo
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.