Kartel Narkoba Amerika Latin Ancam Serbu Bali! Kokain Dibawa Turis, BNN Siaga Total Hadapi Invasi Putih

Kamis, 31 Jul 2025, 12:35 WIB

JAKARTA - Ancaman narkoba di Indonesia kini mencapai babak baru yang lebih menegangkan. Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap kartel narkoba kelas kakap dari Amerika Latin mengarahkan peluru bisnis haram mereka ke Bali, salah satu jantung pariwisata Indonesia! Kokain, yang selama ini identik dengan benua Amerika, kini mulai marak menyusup lewat wisatawan dan jalur ekspedisi.

Kepala BNN, Komjen Pol Marthinus Hukom, dalam pemaparan resmi pada Rabu (30/7/2025), memperingatkan keras seluruh elemen bangsa. 

Ket. Foto: — Sumber: Antara

“Ini bukan sekadar kasus penyelundupan biasa, ini adalah ekspansi sistematis kartel internasional ke dalam negeri kita,” tegasnya saat mengungkap keberhasilan aparat menggagalkan 84 kasus narkotika selama Juni–Juli 2025, dengan total barang bukti mencapai 561 kilogram!

Yang paling mencengangkan adalah penyelundupan kokain langsung dari Brazil ke Bandara Ngurah Rai, Bali, pada (13/Juli/2025). Ini membuktikan wilayah pariwisata Indonesia, khususnya Bali, tengah menjadi target empuk jaringan internasional tersebut.

“Intensitas penyelundupan kokain semakin masif. Ini bukan insiden tunggal, melainkan pola operasi yang menunjukkan adanya kolaborasi kartel luar dengan jaringan lokal,” ujar Marthinus.

Menurutnya, tekanan keras dari Pemerintah Amerika Serikat yang menetapkan kartel Amerika Latin sebagai organisasi teroris, membuat para mafia narkoba ini mencari pasar baru yang lebih longgar dan Indonesia jadi salah satu target utama.

Data BNN menunjukkan, jalur yang dipakai para kurir narkoba melibatkan jasa ekspedisi hingga modus klasik seperti membawa langsung lewat koper oleh warga negara asing. Bahkan, dari 136 tersangka yang ditangkap selama operasi, tujuh di antaranya WNA asal Malaysia, Brazil, dan Afrika Selatan.

Wilayah operasi pengungkapan pun tak main-main, Aceh, Sumatera Utara, Batam, DKI Jakarta, Bali, hingga Kalimantan ikut tercemar peredaran narkoba.

BNN menegaskan sistem pengawasan di bandara dan pelabuhan harus bertransformasi menjadi lebih canggih dan adaptif. Dengan lebih dari 10 juta wisatawan asing datang ke Indonesia setiap tahun, bukan hanya tubuh dan uang yang mereka bawa tetapi juga potensi kejahatan global.

“Setiap orang asing yang datang ke Indonesia harus dipastikan bebas dari niat kriminal, baik itu narkoba maupun kejahatan lintas negara lainnya,” kata Marthinus.

Peringatan ini jelas membuat Indonesia sedang dibidik sebagai pasar baru narkoba kelas dunia. Jika tak cepat bertindak, Bali bisa berubah dari surga wisata menjadi ‘surga kokain’.

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.