Iga Swiatek Langsung Ngegas di Montreal, Korbannya Guo Hanyu

Kamis, 31 Jul 2025, 13:26 WIB

JAKARTA – Usai juara Wimbledon, petenis Polandia, Iga Swiatek, langsung tancap gas dengan memperpanjang catatan kemenangan gim di Montreal usai mengalahkan petenis kualifikasi Guo Hanyu 6-3, 6-1 pada laga pembukanya di ajang WTA 1000 tersebut, Rabu (30/7) waktu setempat atau Kamis WIB.

Catatan menunjukkan bahwa ketika Swiatek menang empat gim pembuka, Swiatek mencatatkan total kemenangan 24 gim beruntun, demikian WTA. Ia menang dua gim terakhir set pertama di semifinal Wimbledon melawan Belinda Bencic sebelum menutup set kedua dengan 6-0. Ia kemudian menang telak 6-0, 6-0 atas Amanda Anisimova di final.

Ket. Foto: Iga Swiatek — Sumber: ist

Swiatek menang pertandingan pembuka WTA Tour ke-63 berturut-turut, sesuatu yang belum pernah terjadi sejak Monica Seles menang 64 kali berturut-turut antara tahun 1990-1996. Sebagai catatan, ketika Guo mematahkan servisnya di gim kelima, Swiatek kehilangan gim pertamanya dalam 20 hari -- termasuk jeda liburan.

Usai jeda panjang tersebut Swiatek bahkan masih belum percaya dengan kesuksesannya meraih gelar Wimbledon. Ia mengaku tidak pernah membayangkan dapat memenangi Grand Slam lapangan rumput tersebut.

"Karena rasanya begitu jauh. Saya merasa sudah menjadi pemain berpengalaman, pernah memenangkan Grand Slam sebelumnya. Tetapi saya tidak pernah menyangka akan memenangkan yang ini," ujar Swiatek, dikutip dari WTA.

Aryna Sabalenka menjadi petenis peringkat satu selama 41 pekan berturut-turut dan masih terus berlanjut. Namun, hasil Wimbledon menunjukkan bahwa Swiatek -- setelah tahun yang sulit ketika berganti pelatih dan menjalani skorsing singkat -- siap untuk menantang posisi itu.

Swiatek berada di peringkat satu selama 125 pekan, total ketujuh tertinggi sejak pemeringkatan tersebut ditetapkan 50 tahun yang lalu. Di Wimbledon, Swiatek berusaha untuk lebih agresif, meningkatkan servis.

Pencapaian terbaik Swiatek di Kanada terjadi dua tahun lalu di semifinal di Montreal. Ia kalah dari sang juara bertahan, Jessica Pegula. Canadian Open dan Cincinnati adalah dua turnamen WTA 1000 di mana Swiatek gagal mencapai final.

Selanjutnya di Montreal, unggulan kedua itu akan menghadapi pemenang pertandingan berikutnya antara unggulan ke-27 Anastasia Pavlyuchenkova atau Eva Lys. Jessica Pegula berhasil lolos dari set pertama laga pembukanya di Montreal untuk mempertahankan gelarnya dalam pertandingan babak kedua melawan Maria Sakkari, Rabu (30/7) waktu setempat atau Kamis WIB.

Unggulan ketiga Pegula menangkis lima set poin pada kedudukan 5-4 di set pembuka dan meraih kemenangan 7-5, 6-4 atas petenis Yunani tersebut, demikian WTA. Pegula merebut gelar WTA 1000 di Montreal pada 2023, kemudian mempertahankannya tahun lalu ketika turnamen putri ini

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.