- Home
-
- Megapolitan
-
- Ada 13 Kawasan Prioritas d...
Ada 13 Kawasan Prioritas di Jakarta untuk Dikembangkan Lima Tahun ke Depan, Termasuk Blok M
Kamis, 31 Jul 2025, 02:36 WIBJAKARTA â Ada 13 kawasan yang menjadi prioritas Pemprov Jakarta untuk dikembangkan. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Provinsi Jakarta memetakan 13 kawasan prioritas di lima wilayah kota dan satu kabupaten untuk dikembangkan dalam lima tahun ke depan karena berpotensi dari sisi investasi.
"Bukan hanya di Jakarta Selatan atau Jakarta Pusat saja, tetapi semuanya kami coba petakan," kata Kepala Unit Pengelola (UP) Jakarta Investment Centre (JIC), Dinas PMPTSP Jakarta, Tona Hutauruk, Rabu. Ada juga masukan dari Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan yang secara sisi investasi menarik.
Dia dalam acara bertema "Inovasi Menjemput Investasi melalui Strategi Proaktif Rancang Potensi Investasi" mencontohkan, kawasan yang dimaksud antara lain Bumi Perkemahan Ragunan, Ancol-JIS, Blok M-Asean dan Kota Tua-Harmoni. "Nanti masing-masing kami bisa bikin produk development briefnya (dokumen proyek), ada perencanaan strategi investasinya, insentifnya seperti apa dan seterusnya," ujar dia.
Adapun Blok M-Asean, menurut Tona, akan dijadikan kawasan yang bisa menimbulkan interaksi antara diplomatik, budaya dan ekonomi. Berbagai perencanaan pengembangan bisa dirancang di sana. "Ada beberapa tanah-tanah pemerintah yang bisa diutilisasi, bisa direadaptasi dan itu bisa kami tawarkan, mau jadi apa, ada ide-idenya dari kami," kata dia.
Kawasan lain yang juga masuk dalam daftar, yakni Cawang Hub, Dukuh Atas-Waduk Melati, Monas, Pasar Baru, Cikini, Grogol-Petamburan, Velodrome, Kepulauan Seribu dan kawasan pesisir Jakarta. Pengembangan sejumlah kawasan strategis tersebut menjadi upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Dinas PMPTSP Jakarta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kota.
Pemprov menyatakan Jakarta sebagai Ibu Kota Indonesia menyumbang sekitar 6 persen Produk Domestik Bruto (PDB) kawasan Asean. Hal ini memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat kerja sama diplomatik dan motor penggerak perekonomian regional.
Saat ini, pemerintah membuka peluang kerja sama pengembangan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di sepanjang jalan-jalan utama Jakarta melalui skema kolaboratif antara pemerintah dan pihak swasta.
Sementara itu, Suku Dinas Sumber Daya Air Kabupaten Kepulauan Seribu mengungkapkan bahwa pembangunan tanggul di Pulau Kelapa dengan panjang 830 meter untuk memudahkan mobilitas warga di wilayah tersebut. "Pembangunan tanggul di Pulau Kelapa, Kabupaten Kepulauan Seribu, kini telah mencapai sekitar 20 persen," kata Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kepulauan Seribu, Mustajab di Jakarta, Rabu
Ia mengatakan, proyek pembangunan ini merupakan bagian dari hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) pada tahun 2023. Menurut dia, warga mengusulkan pembangunan tanggul yang sekaligus berfungsi sebagai jalan lingkar dengan panjang 830 meter. Tanggul ini nantinya dikoneksikan ke dua akses jalan milik warga.
Kemudian di bagian belakang tanggul juga akan dibangun jembatan kecil yang memungkinkan perahu atau kapal milik warga dapat melintas. "Harapannya, mobilitas kapal warga bisa lebih mudah, sekaligus mendukung aktivitas kelautan di kawasan ini," katanya.
- Blok M Square
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.