Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump akan Sanksi Russia jika Tidak Akhiri Perang di Ukraina dalam 12 Hari

📅 Rabu, 30 Jul 2025, 01:10 WIB | Oleh:
Trump akan Sanksi Russia jika Tidak Akhiri Perang di Ukraina dalam 12 Hari Doc: Christopher Furlong/AFP
Ket. Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

LONDON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Senin (28/7) mengancam akan menjatuhkan sanksi dan tarif sekunder terhadap Russia jika negara itu tidak menghentikan perang di Ukraina dalam waktu 10 hingga 12 hari, jauh lebih cepat dari tenggat waktu sebelumnya.

“Saya mungkin akan mengumumkannya malam ini atau besok, tidak ada alasan untuk menunggu,” kata Trump dalam konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer di salah satu klub golf komersial milik presiden di Skotlandia.

Tenggat waktu sebelumnya, yaitu 50 hari, diperkirakan akan jatuh pada awal September.

“(Pengumuman) itu akan berupa sanksi dan mungkin tarif, tarif sekunder," kata Trump mengenai kemungkinan langkah yang akan diambil terhadap Russia.

Namun, ia menambahkan bahwa dirinya akan melakukan hal tersebut dengan enggan karena “Saya mencintai rakyat Russia, mereka orang-orang yang hebat,” puji Trump.

Ia pun menyebut perang tersebut sebagai "perang yang benar-benar berdarah," Presiden AS itu menegaskan bahwa mencapai kesepakatan gencatan senjata adalah "hal yang masuk akal."

Ia juga menyampaikan bahwa dalam tiga kesempatan sebelumnya, kesepakatan gencatan senjata tampak hampir tercapai, namun "tiba-tiba rudal kembali menghantam (ibu kota Ukraina) Kiev... Ada apa sebenarnya?"

Trump menambahkan dengan nada frustrasi, kalau kondisi seperti itu terlalu sering terjadi dan dia tidak menyukainya."

Pengiriman Senjata

Pada pertengan Juli, Trump secara mengejutkan mengubah haluan kebijakan luar negerinya terhadap konflik Ukraina-Russia. Trump mengumumkan rencana pengiriman besar-besaran senjata ke Ukraina, sekaligus memberi ultimatum 50 hari kepada Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menyepakati perdamaian, atau menghadapi sanksi sekunder penuh dari Washington.

“Kami telah mencapai kesepakatan hari ini. Kami akan mengirim senjata, dan mereka akan membayarnya. Kami memproduksi, mereka membayar. Negara-negara itu kaya,” ujar Trump kepada wartawan di Oval Office.

Trump dalam pembicaraan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Ruang Oval beberapa waktu lalu mengatakan “sangat tidak puas” dengan Rusia dan kecewa dengan Presiden Vladimir Putin.

“Saya pikir kita akan mencapai kesepakatan dua bulan lalu, tetapi tampaknya tidak akan tercapai," kata Trump.

Berdasarkan itu, maka pihaknya akan menerapkan tarif sekunder. Jika kita tidak mencapai kesepakatan dalam 50 hari, caranya sangat mudah dan tarifnya akan 100 persen,” kata Trump kala itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.