Pemprov DKI Rancang Job Fair di Lokasi Instagramable dan Modern Dekat Warga

Rabu, 30 Jul 2025, 16:15 WIB

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) akan menghadirkan konsep baru dalam penyelenggaraan bursa kerja atau job fair. Lokasi yang dipilih pun akan lebih menarik secara visual dan mudah dijangkau oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

Kepala Disnakertransgi Jakarta, Syaripudin, menyebutkan bahwa ke depan kegiatan job fair akan digelar di tempat yang “Instagramable” dan modern seperti Jakarta International Velodrome dan Taman Ismail Marzuki (TIM). Pilihan lokasi ini dipadukan dengan nuansa kekinian dan dukungan teknologi tinggi agar lebih relevan bagi pencari kerja muda.

Ket. Foto: — Sumber: Getty Images

“Ke depannya Disnakertransgi juga merencanakan kegiatan job fair di lokasi dengan konsep baru dan lebih dekat ke masyarakat, lokasi yang Instagramable dan high-tech (menggabungkan estetika visual kekinian dengan fasilitas teknologi modern),” ujar Syaripudin, Rabu (30/7/2025).

Hingga pertengahan tahun ini, Pemprov DKI Jakarta telah menyelenggarakan 13 kali job fair yang menjangkau wilayah kota/kabupaten administratif, lingkungan universitas, hingga sekolah menengah kejuruan. Bursa kerja ini menjadi salah satu upaya nyata pemerintah untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membuka lowongan.

Berdasarkan data yang dihimpun hingga 16 Juli 2025, sebanyak 1.367 orang telah berhasil memperoleh pekerjaan melalui job fair tersebut. Pemerintah daerah menargetkan penyelenggaraan 21 kali job fair hingga akhir tahun, termasuk kegiatan khusus seperti job fair untuk penyandang disabilitas dan yang digelar di lembaga pendidikan.

“Seluruh perusahaan peserta job fair dipilih secara selektif dengan mempertimbangkan kriteria tertentu, termasuk legalitas, kebutuhan tenaga kerja, dan keterbukaan terhadap penyandang disabilitas,” kata Syaripudin.

Tak hanya berfokus pada tempat populer dan pusat kota, Pemprov DKI juga mulai menyelenggarakan job fair di lokasi yang lebih dekat dengan masyarakat, seperti GOR tingkat kecamatan. Upaya ini merupakan bagian dari program quickwins dengan penyelenggaraan job fair rutin di 44 kecamatan setiap tiga bulan sekali.

Langkah tersebut bertujuan membuka akses lebih luas kepada masyarakat yang kesulitan mobilitas atau berada jauh dari pusat kota. Pendekatan ini diharapkan dapat menjangkau pencari kerja dari berbagai lapisan sosial ekonomi secara merata.

Selain bursa kerja, Disnakertransgi juga menjalankan berbagai program strategis dalam mengurangi angka pengangguran di Ibu Kota. Program-program tersebut meliputi pelatihan kerja vokasional, dukungan kepada calon wirausaha, portal lowongan kerja berbasis daring, dan kerja sama dengan berbagai instansi, termasuk Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

“Program strategis ini disesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan masyarakat dalam menurunkan pengangguran,” ungkap Syaripudin.

Dengan diversifikasi lokasi dan inovasi konsep job fair, serta dukungan dari program-program pendukung lainnya, Pemprov DKI menargetkan peningkatan jumlah warga yang terserap di dunia kerja. Kebijakan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.