Ledakan Emisi di Jawa: Harga Mahal Urbanisasi Tak Terkendali
Rabu, 30 Jul 2025, 00:00 WIBJAKARTA â Wilayah perkotaan di Pulau Jawa tercatat sebagai penyumbang tertinggi emisi karbon individu. Hal itu termuat dalam laporan Institute for Essential Services Reform (IESR) yang mengkaji total emisi gas rumah kaca (GRK) individu atau jejak karbon di wilayah perkotaan, semi perkotaan, dan perdesaan di Pulau Jawa.
Aktivitas manusia menjadi kontributor utama peningkatan emisi karbon di atmosfer. Emisi ini mendorong terjadinya krisis iklim sehingga menyebabkan meningkatnya bencana hidrometeorologi. Rekor suhu rata-rata terpanas tercatat pada tahun lalu yang mencapai 1,47 derajat Celsius di atas suhu rata-rata pra industri.
Kajian ini menemukan wilayah perkotaan menghasilkan emisi total per individu yang lebih tinggi dibandingkan wilayah semi perkotaan dan perdesaan. Rata-rata total emisi individu di perkotaan mencapai 3,4 ton setara karbondioksida (CO2) per tahun. Untuk menyerap jumlah karbon tersebut membutuhkan sekitar 25 pohon yang dipelihara selama 20 tahun.
Deon Arinaldo, Manajer Transformasi Sistem Energi IESR mengungkapkan, untuk menghitung jejak karbon individu, IESR mengembangkan platform Jejakkarbonku.id yang hingga 2025 telah digunakan oleh 76 ribu pengunjung. Dia menekankan kesadaran kolektif terhadap jejak karbon individu dapat mendorong upaya penurunan emisi, sekaligus menciptakan tekanan permintaan terhadap produk dan layanan rendah emisi.
âTingginya emisi individu wilayah perkotaan berasal dari sektor transportasi, makanan dan rumah tangga. Informasi ini penting untuk membantu pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya merancang strategi yang tepat, seperti penerapan kebijakan terpadu di sektor transportasi,â jelas Deon, Selasa (29/7).
Kajian IESR dilakukan di sembilan wilayah yang mewakili karakteristik perkotaan, semi perkotaan, dan perdesaan, yaitu Kota Jakarta Selatan, Bandung, dan Yogyakarta (perkotaan), Kota Bogor, Cirebon, dan Serang (semi perkotaan), serta Kabupaten Purworejo, Banjarnegara, dan Cianjur (perdesaan). Total jumlah penduduk di sembilan wilayah ini adalah 11,7 juta jiwa, sementara jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 483 orang.
Hasil kajian menunjukkan emisi individu di wilayah perkotaan mencapai 3,39 ton setara CO2 per kapita per tahun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan wilayah semi perkotaan sebesar 2,81 ton, dan perdesaan 2,33 ton setara karbon dioksida per kapita per tahun.
Sektor Penyumbang
Koordinator Clean Energy Hub IESR, Irwan Sarifudin memaparkan secara umum, tiga sektor utama yang sangat berkontribusi terhadap emisi total per individu di Pulau Jawa adalah transportasi (43,34 persen), makanan (34,91 persen), dan rumah tangga (21,08 persen). Tingginya emisi dari sektor transportasi mencerminkan dominasi penggunaan kendaraan pribadi, keterbatasan transportasi publik yang efisien, serta meningkatnya mobilitas di wilayah perkotaan.
Sementara itu, konsumsi makanan olahan dan produk hewani menyumbang emisi tinggi karena proses produksi dan distribusinya. Di sisi lain, emisi dari sektor rumah tangga berasal dari penggunaan listrik dan bahan bakar seperti gas alam cair (Liquefied Petroleum Gas/LPG) untuk kebutuhan domestik.
âSecara umum, kelompok dengan tingkat pendapatan dan konsumsi lebih tinggi berkontribusi lebih besar terhadap emisi GRK akibat pola konsumsi yang intensif, penggunaan kendaraan pribadi, dan konsumsi energi yang tinggi. Namun, dampak dari emisi tersebut justru lebih dirasakan oleh masyarakat dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan dan perlindungan sosial, dan lebih rentan terhadap risiko perubahan iklim,â jelas Irwan.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Percepatan Transisi Rendah Karbon pada Sektor Bangunan di Indonesia Melalui Pedoman Pengadaan Hijau
-
Islandia Bidik Jadi Anggota UE, Referendum Digelar Agustus 2026
-
Kejar Target NZE 2060, PGN Kebut Penurunan Emisi Karbon
-
Kebiasaan Buruk PLN Biarkan Listrik Mati Mendadak Banyak Mencelakakan Orang. Banyak Terjebak di Lift
-
Mapala Banten Kritik Darurat Sampah lewat Bendera di TPA Bangkonol
-
Transaksi Digital Hasilkan 0,14 Gram Emisi
-
Langkah Strategis! Bank Mandiri Siapkan Buyback Rp1,17 Triliun dengan Kalkulasi Matang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.