Pasar Keuangan Menggeliat, Efek Manis Kesepakatan RI-AS

Selasa, 29 Jul 2025, 21:50 WIB

JAKARTA – Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian mengatakan pasar keuangan merespons positif atau menerima dengan baik hasil kesepakatan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS).

Hal ini tecermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik 3,68 persen sejak 22 hingga 28 Juli 2025, seiring diterbitkannya Joint Statement kesepakatan dagang Indonesia-AS pada 22 Juli 2025.

Ket. Foto: Bursa Efek Indonesia. — Sumber: Antara

Pada Selasa ini, IHSG dibuka menguat 11,02 poin atau 0,14 persen ke posisi 7.625,79.

"Hasil kesepakatan dagang ini sudah membuat kita terhindar dari kemungkinan terburuk dari ketidakpastian berkepanjangan," kata Fakhrul dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (29/7).

Meski muncul sejumlah pertanyaan terkait pembelian barang dari AS, ia menilai bahwa hal ini netral dari sisi neraca dagang.

Menurutnya, dampak utama dari pembelian pesawat dan produk pertanian hanyalah pergeseran vendor dari negara lain ke AS.

"Kita harus paham, ini kondisinya berat. Re-wiring impor kita dari negara lain ke Amerika Serikat harus dilakukan," kata Fakhrul.

Terlepas dari hasil perjanjian dagang dengan AS, Fakhrul turut mengingatkan bahwa Indonesia harus mengoptimalkan prospek IEU-CEPA (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement) agar akses pasar Indonesia ke negara lain, terutama Uni Eropa, tetap terjaga.

Terkait pertukaran data dengan (AS), ia mengingatkan bahwa kepentingan rakyat Indonesia harus tetap diutamakan.

Mengingat data adalah masa depan perekonomian dunia, Indonesia perlu menjaga ketahanan nasional sambil mencari implementasi yang bersifat win-win dengan mitra dagang.

Setelah kesepakatan dagang, Fakhrul menilai terdapat tiga hal yang perlu diperhatikan untuk mendorong perbaikan ekonomi antara lain percepatan belanja pemerintah dan insentif, penerbitan Dim Sum Bond dan Kangaroo Bond dalam mata uang yuan Tiongkok (RMB) dan dolar Australia (AUD) untuk mendukung likuiditas nasional, serta keberlanjutan pemotongan suku bunga oleh Bank Indonesia.

Sebelumnya tarif impor atas produk Indonesia ke AS mencapai 32 persen, namun kini telah diturunkan menjadi 19 persen.

Melalui Joint Statement terkait perjanjian perdagangan resiprokal yang diumumkan di laman resmi Gedung Putih, Selasa (22/7/2025), Indonesia dan AS sepakat untuk menghapus 99 persen hambatan tarif untuk berbagai produk industri dan pertanian asal AS.

Sebagai imbalannya, AS akan menetapkan tarif timbal balik sebesar 19 persen bagi produk Indonesia, dan membuka peluang pengurangan lebih lanjut terhadap komoditas yang tidak tersedia di pasar domestik mereka.

Tak hanya itu, kedua negara juga bersepakat menghapus hambatan non-tarif, termasuk pembebasan persyaratan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk sejumlah barang asal AS, serta pengakuan sertifikasi FDA untuk produk kesehatan dan farmasi.

Dalam perdagangan digital, Indonesia menyatakan komitmen untuk memberi kepastian soal transfer data lintas batas dan mendukung moratorium bea masuk atas transmisi elektronik di forum WTO.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Akhlak, Ilmu, dan Kesejahteraan Umat .

Gawat Teror Melanda Thailand Selatan! Puluhan Ledakan Terjadi Hanya dalam Sehari

Kegiatan melukis caping di Kota Solo

Kenapa Awan Makin Jarang Terlihat? BMKG Sebut Monsun Australia dan El Nino yang Jadi Penyebabnya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.