- Home
-
- Luar Negeri
-
- Presiden Trump Berencana M...
Presiden Trump Berencana Memperketat Tes Kewarganegaraan AS
Senin, 28 Jul 2025, 01:10 WIBJAKARTA - Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui Presiden Donald Trump berencana memperketat aturan imigrasi legal. Salah satunya dengan mempersulit tes kewarganegaraan AS dan mengubah sistem visa non-imigran untuk pekerja terampil H-1B, sehingga lebih menguntungkan pemberi kerja dengan gaji tinggi.
âTes, sebagaimana yang ditetapkan saat ini, tidak terlalu sulit,â kata Direktur Direktur Dinas Kewarganegaraan dan Imigrasi AS (USCIS) Joseph Edlow dalam wawancara dengan The New York Times sebagaimana dikutip Kantor Berita Antara dari Anadolu pada Minggu (27/7).
âSangat mudah untuk menghafal jawabannya. Saya rasa kita belum belum benar-benar sejalan dengan semangat hukum,â tambah Edlow.
Edlow mengatakan bahwa USCIC berniat untuk memperkenalkan kembali versi ujian naturalisasi yang pernah digunakan sebelumnya yakni selama masa jabatan pertama Donald Trump. Model ujian tersebut mencakup lebih banyak pertanyaan dan persyaratan yang sangat ketat.
Ia juga mengusulkan reformasi pada program visa H-1B, yang setiap tahunnya menerbitkan 85.000 izin kerja bagi tenaga profesional asing di bidang-bidang khusus, termasuk pergeseran menuju seleksi yang mengutamakan pelamar dengan penawaran gaji tertinggi.
âSaya sungguh berfikir bahwa visa H-1B seharusnya digunakan untuk melengkapi, bukan menggantikan, perekonomian AS, bisnis AS, dan tenaga kerja AS,â papar Edlow.
Mempersempit Akses
Menanggapi wacana tersebut, para kritikus menilai perubahan tersebut dapat mempersempit akses bagi para imigran muda yang berkeahlian tinggi dan dibutuhkan oleh AS.
âMemberikan visa H-1B hanya kepada yang mendapat tawaran gaji tertinggi akan menguntungkan pekerja yang lebih tua, yang mungkin segera pensiun atau meninggalkan negara,â kata David Bier, Direktur Studi Imigrasi di Cato Institute, kepada Newsweek.
âAneh untuk mengatakan tes itu mudah, padahal kebanyakan warga Amerika sendiri akan gagal,â tambahnya.
Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Airlangga Surabaya, Ignatius Basis Susilo yang diminta tanggapannya, mengatakan, kebijakan Trump tersebut sesuai dengan visinya MAGA (Make America Great Again) dan America First yang selalu dia dengungkan saat kampanye kepresidenan lalu.
âPresiden Trump ingin mewujudkan janjinya dalam kampanye MAGA dan America First, yaitu membuat AS maju, disegani dan mendahulukan kesejahteraan warganya dari pada pendatang,â kata Ignatius.
Dengan melakukan pengetatan aturan keimigrasian, maka dia berharap peluang-peluang yang ada di negaranya baik pekerjaan atau pendidikan bisa dinikmati warga negara adidaya itu sendiri atau lebih mengedepankan pribumi, ketimbang para pendatang.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Menko PMK Ajak Anak Berani Laporkan Kasus Kekerasan
-
Trump Izinkan Perusahaan Swasta AS Jalankan Serangan Siber terhadap Organisasi Kriminal Asing
-
Nyesek! Sempat Kejar Dua Set, Timnas Voli Putra Indonesia Malah Kena Hajar Kamboja di Final!
-
Bencana Longsor Memutus Akses Jalan di Nagano, Jepang. Ratusan Orang Terisolasi
-
Lada Putih Muntok Bangka Siap Mendunia, Kementerian UMKM Bidik 1.200 Restoran di 63 Negara
-
KP2MI Targetkan 500 Ribu Talenta Lewat Program SMK Go Global hingga 2029
-
Pilihan Pelancong Dunia, Vietjet Dinobatkan sebagai Maskapai dengan Seragam Awak Kabin Terbaik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.