Kadispar Kaltim Sebut EBIFF 2025 untuk Lestarikan Budaya dan Dongkrak Ekonomi

Senin, 28 Jul 2025, 16:02 WIB

SAMARINDA - Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Kadispar Kaltim) Ririn Sari Dewi mengatakan bahwa East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2025 yang digelar pada 24-29 Juli dan diikuti lima negara, selain untuk melestarikan budaya juga untuk mendongkrak ekonomi.

Ekonomi yang terdongkrak bukan hanya dari hotel dan restoran, tapi juga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pelaku ekonomi kreatif, seperti dari industri rumahan hingga para perajin suvenir.

Ket. Foto: Kadispar Kaltim Ririn Sari Dewi — Sumber: antara foto

“Lima negara yang datang ke Kaltim untuk menjadi peserta EBIFF tahun ini adalah Rusia, India, Rumania, Polandia, dan dari Korea Selatan,” kata Ririn Sari Dewi di Samarinda, Senin (28/7).

Festival ini juga diikuti lima provinsi di luar Kaltim, yakni Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Sedangkan dari Kaltim, semua kabupaten/kota turut menjadi peserta.

Hal ini tentu mendorong perputaran ekonomi nasional dan daerah, karena selain mereka mengeluarkan biaya transportasi terutama tiket pesawat, dipastikan semua tamu juga membutuhkan tempat tinggal sementara (hotel/ penginapan), makan, minum, dan oleh-oleh untuk dibawa pulang baik berupa makanan pokok, kue tradisional maupun suvenir khas.

Terkait dengan keinginan untuk mendongkrak ekonomi UMKM maupun pelaku ekonomi kreatif (ekraf), ia pun telah menempatkan 161 gerai UMKM pada dua lokasi yang menjadi pusat kegiatan EBIFF, yakni 94 UMKM di Creative Hub Temindung Samarinda dan 67 UMKM Kompleks GOR Kadrie Oening Sempaja Samarinda.

Selama giat ini, rata-rata lebih dari seribu warga memadati dua titik utama tersebut setiap hari, sehingga Ririn mengaku bahagia karena jumlah pengunjung melebihi target yang dipasang, yakni sebelumnya ia pasang target rata-rata seribu pengunjung per hari.

"Pengunjung tidak sekadar jalan-jalan, tapi juga berbelanja. UMKM kita laris. Ini bukan sekadar pertunjukan budaya, tapi juga penggerak ekonomi masyarakat. Mereka belanja makanan, kerajinan tangan, dan aneka produk khas Kaltim," ujarnya.

Ririn melanjutkan, dampak dari EBIFF ini sangat luas, mulai dari para pelaku seni dan budaya memiliki kesempatan menampilkan keterampilan masing-masing yang berarti mereka juga melestarikan budaya, menggerakkan ekonomi masyarakat, hingga meningkatkan jumlah pengunjung wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara.

  • Kadispar Kaltim
  • EBIFF 2025

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Tim Ahli Ungkap Dugaan Jebolnya Danau Glasial di Balik Banjir Dahsyat Nepal-Tibet

Kampanyekan Gemarikan di SDN Cempaka Putih Barat 07, KPKP Jakpus Penuhi Gizi Anak untuk Cegah "Stunting"

Swasembada Gula Dimulai dari Lampung

Meta Resmi Ubah Aturan Facebook dan Instagram: Batas 2 Jam hingga Mode Malam

170 Pendaki Berhasil Dievakuasi Turun dari Ranu Kumbolo, Pemadaman Karhutla Gunung Semeru Masih Berlangsung

Kuota 30 Persen Hunian MBR di TOD: Ini Poin Penting Usulan Ranperda Rusun Jakarta

KTM dan Gombong Culture Festival Dibuka, Menkop Ferry Juliantoro: Benteng Van Der Wijck Akan Jadi Ikon Pariwisata dan Ekonomi Kebumen Bakal Berkembang

PLN Bekali UMKM Binaan Kembangkan Inovasi Produk Berbasis Kopi.

UEFA Terapkan Aturan Baru Liga Champions 2026/27, Undian Arsenal dan Liverpool Terdampak

Puan Dorong Kemlu Perkuat Koordinasi soal Karhutla Kalimantan

Warga Betawi Terancam Tersisih, DPRD DKI Desak Kebijakan Afirmatif di Ranperda

DPR RI Berkomitmen Sahkan RUU Perampasan Aset pada 15 Desember 2026

Tanggapi Budie Arie, Puan Maharani: Pemilu Tetap Digelar Setiap Lima Tahun

Kementerian UMKM: Pemulihan UMKM Sumatra Dikawal hingga 2028

OJK Ungkap Jumlah Akun Pengguna Keuangan Digital Capai 22,93 Juta

Menko Yusril Pastikan Tak Pernah Perintahkan Pembekuan Rekening Aktivis Pati

Kebergantungan Impor Naptha Bikin Industri RI Rawan Kena Guncangan Harga Global

Kemenkes Tegaskan Layanan Kesehatan Tetap Berjalan di Daerah Terisolasi

Pemerintah Dorong Penyerapan Telur Agar Harga Tak Terus Turun di Kisaran Rp30 Ribu per Kg

Kabidhumas: Polda Metro Jaya Siagakan Layanan Kesehatan Selama Penyampaian Aspirasi di Senayan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.