Investor Fokus ke Data Ekonomi AS dan Kebijakan The Fed, Simak Proyeksi Rupiah

Senin, 28 Jul 2025, 09:20 WIB

JAKARTA – Rupiah diperkirakan masih tertekan awal pe­kan ini seiring berlanjutnya penguatan dollar AS. Sentimen pergerakan rupiah hari ini (28/7) bakal didominasi dari eksternal, terutama perkembangan ekonomi dan moneter di Amerika Serika (AS). 

Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Su­topo Widodo melihat pergerakan rupiah akan dipengaruhi data ekonomi penting dari AS, terutama yang berkaitan dengan kebijakan moneter The Fed. Sutopo memproyek­sikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Senin (28/7), bergerak di kisaran 16.300 - 16.400 rupiah per dollar AS.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Jumat (27/7), di Jakarta melemah sebesar 25 poin atau 0,15 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.320 rupiah per dollar AS.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva me­ngatakan pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi Purchasing Managers’ Index (PMI) Jasa Amerika Serikat (AS) tetap solid.

“Rupiah kembali mengalami pelemahan. Hal ini dipicu oleh penguatan dollar AS yang cenderung tertahan setelah rilis data ekonomi AS yang beragam, PMI manufaktur me­lemah namun sektor jasa tetap solid,” katanya di Jakarta.

Berdasarkan S&P Global US Flash PMI, indeks output Komposit PMI AS naik dari 52,9 pada Juni menjadi 54,6 pada bulan ini yang didorong sektor jasa, dimana aktivitas bisnis meningkat yang belum pernah terjadi sejak Desem­ber 2024. Indeks Aktivitas Bisnis PMI Sektor Jasa meningkat jadi 55,2 dari 52,9.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.