Kebakaran Hutan di Kanada Picu Peringatan Kualitas Udara di New York

Minggu, 27 Jul 2025, 13:43 WIB

Peringatan kualitas udara dikeluarkan untuk negara bagian New York, Amerika Serikat, termasuk New York City dan Long Island, pada hari Sabtu (26/7) akibat asap dari kebakaran hutan di Kanada.

Peringatan yang dikeluarkan oleh Departemen Konservasi Lingkungan dan Departemen Kesehatan New York berlaku hingga Sabtu malam, perbaikan diperkirakan terjadi pada hari Minggu.

Ket. Foto: Matahari diselimuti asap saat terbit di balik cakrawala Manhattan pada awal Juli — Sumber: BBC

Badan Cuaca Nasional (NWS) mengonfirmasi langit berkabut dan bau asap di seluruh wilayah, menghubungkan kondisi tersebut dengan asap yang terperangkap dalam massa udara yang tenggelam di atas Timur Laut.

Dalam sebuah postingan di X, Departemen Konservasi Lingkungan (DEC) dan Departemen Kesehatan (DOH) negara bagian New York mengeluarkan peringatan untuk Long Island, New York City Metro, Lower Hudson Valley, Upper Hudson Valley, dan Adirondacks pada hari Sabtu.

Pihak berwenang memperingatkan kualitas udara di wilayah tersebut "tidak sehat bagi kelompok sensitif".

Menurut laporan BBC, kebakaran hutan di Kanada memaksa puluhan ribu orang meninggalkan rumah mereka, dan asap yang mengepul di perbatasan telah memicu kekhawatiran kualitas udara di seluruh Amerika Serikat bagian utara.

Indeks kualitas udara (AQI) diperkirakan berada di atas 100 di sebagian besar negara bagian New York pada hari Sabtu, dan bisa mencapai 135. Peringatan juga diberlakukan di beberapa wilayah New England.

AQI mengukur tingkat keparahan polusi udara dan mengkategorikan risiko kesehatan. Semakin tinggi angkanya, semakin tidak aman udara tersebut untuk dihirup.

Ini bukan pertama kalinya otoritas AS mengeluarkan peringatan kualitas udara karena asap dari kebakaran hutan Kanada.

Pada pertengahan Juli, peringatan serupa dikeluarkan untuk Chicago, dengan tindakan pencegahan tambahan yang disarankan untuk bayi dan orang tua.

Implikasi politik dari asap kebakaran hutan juga telah mencapai Washington.

Sebelumnya pada bulan Juli, enam anggota Kongres menulis surat kepada duta besar Kanada mengeluh bahwa asap dari kebakaran hutan menyulitkan warga Amerika untuk menikmati musim panas mereka.

Pusat Kebakaran Hutan Antar-Lembaga Kanada melaporkan lebih dari 550 kebakaran hutan melanda seluruh negeri. Sejauh ini lebih dari 15 juta hektare lahan hangus. Meskipun sebagian besar kebakaran terjadi di Kanada bagian tengah dan barat, pola angin telah membawa asap ke Ontario, Quebec, dan di seluruh wilayah Timur Laut AS.

Asap tersebut berhembus ke wilayah tersebut oleh front dingin yang memicu badai pada hari Jumat. Tekanan tinggi di balik front tersebut menyebabkan angin utara menjebak asap di dekat tanah.

Bulan Mei dan Juni merupakan bulan-bulan yang sangat merusak di Kanada bagian barat, sekitar 30.000 orang terpaksa mengungsi di provinsi Saskatchewan dan Manitoba, di mana pemerintah setempat mengumumkan keadaan darurat.

Para ilmuwan secara konsisten menghubungkan meningkatnya musim kebakaran hutan dengan perubahan iklim.

Para ilmuwan memperingatkan bahwa Kanada diperkirakan mengalami pemanasan dua kali lipat dari rata-rata global, dan wilayah Arktikanya memanas hampir tiga kali lipat dari rata-rata global.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.