Prancis Siap Akui Negara Palestina, Dukungan Tulus atau Strategi Geopolitik?

Jumat, 25 Jul 2025, 14:28 WIB

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan rencana negaranya untuk mengakui Negara Palestina dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang akan digelar September mendatang. Jika benar terjadi, Prancis akan menjadi negara ke-10 yang memberikan pengakuan resmi terhadap Palestina dalam kurun satu tahun terakhir, periode yang ditandai dengan eskalasi agresi Israel di Gaza.

Langkah ini tidak muncul dalam ruang hampa. Macron tampaknya ingin menciptakan momentum diplomatik di tengah meningkatnya tekanan global terhadap Israel, terutama menyusul krisis kemanusiaan yang semakin mengerikan di Jalur Gaza. Tak lama setelah pernyataan Macron, para pemimpin dari Inggris dan Jerman juga dijadwalkan menyampaikan pidato serupa yang menyerukan tindakan atas kondisi yang memburuk.

Lebih dari seribu warga Gaza telah tewas karena kelaparan dan kekurangan gizi akut. Truk bantuan kemanusiaan ditahan di perbatasan, dan Israel terus memberlakukan kontrol ketat dengan alasan keamanan, terutama kekhawatiran bahwa bantuan bisa disalahgunakan oleh Hamas. Padahal, yang dibutuhkan warga Gaza bukan senjata, melainkan makanan pokok dan susu formula untuk bayi.

Dalam konteks ini, langkah Prancis bisa dibaca sebagai bentuk frustrasi politik. Macron dikenal sebagai pendukung kuat solusi multilateral dan koalisi internasional. Ia percaya bahwa kekuatan diplomatik kolektif Eropa bisa menciptakan tekanan moral dan politik untuk mendorong penyelesaian konflik.

Namun, sejauh ini, pengakuan simbolik terhadap Palestina belum membuahkan hasil konkret di lapangan. Sejak awal 2024, sembilan negara di antaranya Spanyol, Irlandia, Norwegia, hingga Jamaika telah mengambil langkah serupa. Namun, serangan Israel ke Gaza tak mereda. Justru, permukiman ilegal di Tepi Barat terus diperluas oleh pemerintahan Netanyahu.

Akankah pengakuan Prancis benar-benar menjadi titik balik? Atau hanya sebatas pernyataan politis yang tidak mampu menghentikan derita warga Gaza? "Dengan bantuan yang masih jauh dari jangkauan rakyat Gaza, mungkin langkah ini tak akan memberi sedikit pun kelegaan."

Apakah kata-kata akan berubah menjadi tekanan nyata? Atau hanya akan menjadi catatan lain dalam buku panjang tragedi Palestina?

Redaktur: Andriani Nuraini

Penulis: Andriani Nuraini

Berita Terbaru

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.