- Home
-
- Luar Negeri
-
- IMF-Bank Dunia Peringatkan...
IMF-Bank Dunia Peringatkan Perang Picu Krisis Pangan
Jumat, 10 Apr 2026, 01:00 WIBWASHINGTON DC â Bank Dunia, Dana Moneter Internasional (IMF), dan Program Pangan Dunia (WFP) memperingatkan bahwa lonjakan harga minyak, gas alam, dan pupuk akibat perang di Timur Tengah berpotensi memicu kenaikan harga pangan serta meningkatkan risiko kerawanan pangan global.
Dikutip dari The Straits Times, dalam pernyataan bersama yang dirilis usai pertemuan terkait konflik tersebut pada Rabu (8/4), para pimpinan lembaga global itu menyebut dampak paling besar akan dirasakan oleh kelompok masyarakat paling rentan, terutama di negara berpendapatan rendah yang bergantung pada impor.
Mereka menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi dan âmengkoordinasikan penggunaan semua alat yang tersedia untuk mendukung mereka yang terkena dampak krisis.â
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebelumnya mengumumkan kesepakatan gencatan senjata dua pekan antara AS dan Iran. Namun, kelegaan atas kesepakatan tersebut segera diikuti kekhawatiran karena konflik masih berlangsung di sejumlah wilayah, termasuk serangan Israel di Lebanon dan serangan Iran terhadap fasilitas minyak di kawasan Teluk.
âPerang Timur Tengah menjungkirbalikkan kehidupan dan mata pencaharian di kawasan ini dan sekitarnya. Hal ini telah memicu salah satu gangguan terbesar terhadap pasar energi global dalam sejarah modern,â demikian pernyataan bersama tersebut.
âPeningkatan tajam harga minyak, gas, dan pupuk, serta kemacetan transportasi, pasti akan menyebabkan kenaikan harga pangan dan kerawanan pangan.â
Ketiga lembaga tersebut juga menyoroti bahwa lonjakan harga energi dan pangan sangat mengkhawatirkan bagi negara-negara dengan keterbatasan fiskal dan beban utang tinggi, karena akan membatasi kemampuan pemerintah dalam melindungi masyarakat rentan.
Mereka berkomitmen untuk terus memberikan dukungan sesuai mandat masing-masing, sekaligus membantu membangun fondasi pemulihan yang lebih tangguh.
Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan lembaganya juga berkoordinasi dengan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) terkait isu ketahanan pangan global.
Sementara itu, WFP sebelumnya memperingatkan bahwa jutaan orang berpotensi menghadapi kelaparan akut jika konflik berlanjut hingga pertengahan tahun. Georgieva menambahkan, meski krisis pangan global belum terjadi saat ini, risiko tersebut dapat meningkat apabila distribusi pupuk terganggu.
- Gejolak Energi
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.