IHSG Ikut Arus Global, Sinyal Bullish Kembali Muncul?
Kamis, 24 Jul 2025, 18:28 WIBJAKARTA â Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari ini dengan penguatan, seiring sentimen positif yang melanda bursa kawasan Asia dan pasar global. Kenaikan IHSG ini menjadi refleksi dari membaiknya persepsi risiko investor terhadap kondisi makroekonomi global dan respons positif terhadap sejumlah data ekonomi utama.
Sejumlah bursa utama di Asia juga mencatatkan penguatan, dipicu oleh ekspektasi bahwa kebijakan suku bunga bank sentral global mulai memasuki fase stabil. Optimisme pasar juga terdorong oleh harapan pelonggaran kebijakan moneter di beberapa negara serta membaiknya outlook perdagangan global.
Dari sisi domestik, investor tampak memanfaatkan momentum positif tersebut untuk masuk kembali ke pasar, terutama di sektor-sektor yang memiliki eksposur besar terhadap perdagangan internasional seperti perbankan, komoditas, dan manufaktur. Penguatan rupiah serta stabilnya harga komoditas global turut menjadi faktor pendukung yang mendorong aksi beli asing.
Meski demikian, pelaku pasar masih perlu mencermati risiko global seperti arah kebijakan The Fed, ketegangan geopolitik, serta potensi perlambatan ekonomi di beberapa negara mitra dagang utama. Dalam jangka pendek, IHSG diperkirakan akan bergerak fluktuatif mengikuti dinamika eksternal, namun tetap dalam tren konsolidasi positif bila didukung aliran dana asing yang terus masuk.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (24/7) sore, ditutup menguat 61,67 poin atau 0,83 persen ke posisi 7.530,90, mengikuti penguatan bursa saham kawasan Asia dan global. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 9,36 poin atau 1,18 persen ke posisi 799,80.
"Penguatan indeks seiring optimisme pelaku pasar terhadap perkembangan kesepakatan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Jepang, serta tanda-tanda positif dalam negosiasi dagang antara AS dan Uni Eropa (UE)," sebut Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia dalam kajiannya di Jakarta.
Dari mancanegara, Uni Eropa dan AS hampir mencapai kesepakatan dagang yang akan mengenakan tarif 15 persen atas impor asal Eropa, serupa dengan kesepakatan yang dicapai Presiden AS Donald Trump dengan Jepang.
Baik Uni Eropa maupun AS akan menghapus tarif untuk beberapa produk, termasuk pesawat terbang, minuman beralkohol, dan alat kesehatan.
Dari sisi moneter, pelaku pasar bersikap âwait and seeâ terhadap pertemuan The Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada 29-30 Juli 2025, yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di tengah Trump yang berulang kali mendesak pemangkasan suku bunga.
Selain itu, pelaku pasar menantikan pertemuan European Central Bank (ECB), yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan pada level 2.15 persen di tengah potensi inflasi yang dapat meningkat dan kondisi ketidakpastian akibat tarif impor AS.
Dari Jerman, pelaku pasar mencermati HCOB Manufacturing Flash bulan Juli 2025 yang diperkirakan sedikit naik pada level 49,4 dari sebelumnya 49 di Juni 2025, meskipun masih di area kontraksi.
Dari Inggris, pelaku pasar mencermati rilis indeks S&P Global Manufacturing PMI Flash bulan Juli 2025 yang diperkirakan sedikit naik di level 48 dari 47, 7 di Juni 2025.
Dari AS, akan dirilis indeks S&P Global Manufacturing PMI Flash bulan Juli 2025 yang diperkirakan sedikit turun menjadi 52,5 dari 52,9 di Juni 2025.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor menguat yaitu dipimpin sektor keuangan yang naik sebesar 3,10 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor barang baku yang masing-masing naik sebesar 0,39 persen dan 0,35 persen.
Sedangkan tujuh sektor terkoreksi yaitu sektor kesehatan turun paling dalam sebesar 0,74 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan sektor energi yang masing-masing turun sebesar 0,62 persen dan 0,52 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu VERN, NICL, ARGO, FMII dan SMMA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni PANR, SHID, WIRG, KOKA dan VTNY.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.646.462 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 26,27 miliar lembar saham senilai Rp16,41 triliun. Sebanyak 302 saham naik, 308 saham menurun, dan 192 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 683,68 poin atau 1,66 persen ke 41.855,00, indeks Shanghai menguat 23,43 poin atau 0,65 persen ke 3.605,79, indeks indeks Hang Seng menguat 129,11 poin atau 0,51 persen ke 25.667,22, dan indeks Strait Times menguat 39,50 poin atau 0,91 persen ke 4.269,42.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
IHSG Hari Ini Menguat Mengikuti Bursa Asia dan Global
-
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat, Pasar Cermati Arah Moneter Global di Tengah Konflik AS-Iran
-
IHSG Hari Ini Berpotensi Volatil di Tengah Sikap Wait and See Pertemuan The Fed
-
Pergerakan indeks harga saham gabungan
-
IHSG naik pada hari pertama penerapan WFH bagi ASN
-
Alarm Pasar Saham: IHSG Anjlok Nyaris 20% Sepanjang 2026
-
IHSG Dibuka Menguat 2,75 Persen, Mengikuti Bursa Asia Seiring Trump Kembali Tunda Serangan ke Iran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.