RI akan Meneken Kontrak Pembangunan 17 Kilang Minyak Senilai $8 Miliar dengan AS di Tengah Kesepakatan Tarif
Rabu, 23 Jul 2025, 00:23 WIBJAKARTA - Indonesia melalui Daya Anagata Nusantara (Danantara) baru-baru ini dilaporkan berencana menandatangani kontrak pengadaan, dan konstruksi senilai 8 miliar dolar dengan perusahaan Amerika Serikat, Kellogg Brown & Root (KBR), untuk membangun 17 kilang modular.Â
Menurut dua sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada Reuters, kontrak tersebut merupakan bagian dari pakta perdagangan minggu lalu antara Indonesia dan Amerika Serikat yang menghasilkan pengurangan tarif yang diusulkan AS menjadi 19 persen dari 32 persen.Â
Menteri Kordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang memimpin negosiasi kesepakatan tersebut, mengungkapkan rencana kilang modular tersebut dalam sebuah pengarahan tertutup kepada para pemimpin bisnis Indonesia pada Senin (22/7) malam. Dua sumber mengonfirmasi bahwa rencana kesepakatan tersebut disebutkan dalam sebuah presentasi.Â
Danantara dan KBR, tidak segera menanggapi permintaan komentar. Tidak ada detail lebih lanjut yang diberikan mengenai perjanjian yang diusulkan.
Meskipun beberapa rincian kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan Indonesia telah dipublikasikan, seperti peningkatan pembelian energi, pertanian, dan pesawat komersial AS, kontrak yang diusulkan untuk kilang minyak belum pernah dilaporkan sebelumnya.
Danantara mengendalikan aset senilai lebih dari 900 miliar dolar AS dan merupakan bagian dari rencana ambisius untuk menumbuhkan ekonomi senilai 1,5 triliun dolar AS pada tingkat 8 persen dari 5 persen saat ini.
Presentasi tersebut juga membahas potensi investasi "strategis" sebesar 2 miliar persen untuk mengembangkan amonia biru di negara bagian Louisiana, AS, oleh perusahaan kimia dan tekstil Indonesia, Indorama. Namun, presentasi tersebut menambahkan bahwa proyek tersebut membutuhkan kredit pajak agar layak.
Presiden AS Donald Trump mengatakan minggu lalu bahwa Indonesia akan membeli 50 pesawat dari Boeing, sebagai bagian dari kesepakatan.
Presentasi tersebut menyebutkan nilai total kesepakatan sektor penerbangan dengan perusahaan Amerika mencapai 14,4 miliar dolar AS.Â
Potensi kesepakatan antara Indonesia dan AS dapat mencapai 34 miliar persen, presentasi tersebut menunjukkan, menggarisbawahi dorongan habis-habisan oleh Jakarta untuk menjadi salah satu negara pertama di dunia yang mencapai kesepakatan dengan Washington.
"Indonesia menyambut lebih banyak bisnis dan investasi AS untuk menciptakan lapangan kerja, transfer teknologi, dan mendukung pembangunan prioritas nasional," demikian isi presentasi tersebut, seraya menambahkan bahwa tarif yang relatif lebih rendah bagi Indonesia dapat menjadikannya lokasi relokasi industri regional.
Pemerintah meyakini dampak penurunan tarif dapat mendongkrak pertumbuhan PDB sebesar 0,5 poin persentase, kata presentasi tersebut.
Apple, dan General Electric, membuka juga disebutkan dalam presentasi tersebut sebagai perusahaan AS yang akan mendapat keuntungan dari pelonggaran persyaratan konten lokal untuk barang teknologi informasi dan komunikasi AS serta perangkat medis.
Aturan konten lokal Indonesia mewajibkan persentase tertentu dari produk dibuat di dalam negeri, dan sebelumnya dianggap terlalu ketat oleh beberapa bisnis asing yang ingin memasuki negara dengan populasi terbesar keempat di dunia.
Indonesia melarang penjualan iPhone 16 tahun lalu karena Apple gagal memenuhi persyaratan komposisi. Larangan tersebut dicabut hanya setelah rencana investasi perusahaan yang lebih dari 300 juta dolar AS.
- Donald Trump
- Danantara
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Trump Minta Juru Runding AS Tidak Terburu-buru Capai Kesepakatan dengan Iran
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Trump dan Xi Jinping Gelar Pertemuan di Beijing
-
Trump akan Bicara dengan Pemimpin Taiwan Pasca Kunjungan ke Beijing
-
Reformasi Investasi Danantara Dinilai Bisa Tekan Gelombang PHK
-
Trump akan Tampil di Paspor Edisi Terbatas Ulang Tahun AS ke-250
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.