Investor Cermati Pidato Gubernur The Fed dan Negosiasi Tarif AS, Simak Proyeksi Rupiah, Tengah Pekan Ini

Rabu, 23 Jul 2025, 08:50 WIB

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS ber­potensi melemah dalam perdagangan tengah pekan ini. Fokus pasar saat ini tertuju pada kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) dan perkembangan negosiasi dagang antara Gedung Putih dan sejumlah negara mitra. 

Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Su­topo Widodo melihat pergerakan rupiah akan dipengaruhi oleh nada pernyataan Gubernur The Fed, Jerome Powell. Apabila pidato Powell terdengar optimistis tentang eko­nomi AS sehingga mengisyaratkan suku bunga akan tetap tinggi lebih lama, hal ini dapat mendukung penguatan dol­lar AS terhadap mata uang lain, terutama rupiah.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Selain itu, lanjutnya, perkembangan terbaru dari perun­dingan perdagangan AS dengan negara-negara lain juga sangat krusial. Jika ada laporan yang menunjukkan kebun­tuan negosiasi, aksi jual aset berisiko makin dominan ka­rena investor beralih ke aset safe haven seperti dollar AS, sehingga dapat menekan rupiah.

Karenanya, Sutopo memproyeksikan kurs rupiah terha­dap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Rabu (23/7), bergerak di kisaran 16.300 –16.400 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Selasa (22/7), di Jakarta menguat sebesar 3 poin atau 0,02 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.320 rupiah per dollar AS.

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menilai penguatan kurs rupiah dipengaruhi sinyal potensi penurunan suku bunga Fede­ral Reserve (The Fed). “Pasar terus bergulat dengan sinyal beragam dari beberapa peja­bat The Fed mengenai potensi penurunan suku bunga pada bulan Juli,” katanya dalam ke­terangan tertulis di Jakarta.

Secara probabilitas, The Fed bakal mempertahankan suku bunga saat ini dengan peluang sebesar 97 persen untuk mem­pertahankan suku bunga dan 3 persen untuk penurunan suku bunga 25 basis points pada pertemuan Federal Open Mar­ket Committee di 30 Juli nanti.

Di samping potensi yang ada, kini Gubernur The Fed Jerome Powell tengah meng­hadapi tuduhan karena ber­bohong di bawah sumpah di hadapan kongres terkait reno­vasi kantor pusat bank sentral AS tersebut senilai 2,5 miliar dollar AS.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.