Usyk Kalahkan Dubois Lewat KO, Raih Gelar Juara Dunia Kelas Berat Sejati

Minggu, 20 Jul 2025, 08:00 WIB

LONDON, INGGRIS — Oleksandr Usyk menegaskan statusnya sebagai petinju kelas berat terbaik generasinya dengan kemenangan knockout di ronde kelima atas Daniel Dubois dalam pertarungan perebutan gelar juara dunia sejati di Stadion Wembley, London, Sabtu (19/7) malam waktu setempat.

Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Usyk menjadi 24 pertarungan. Petinju asal Ukraina itu kini menggenggam sabuk juara WBA, WBC, WBO, dan menambahkan gelar IBF milik Dubois ke dalam koleksinya.

Ket. Foto: Oleksandr Usyk meraih kemenangan knockout di ronde kelima atas Daniel Dubois dalam pertarungan perebutan gelar juara dunia sejati di Stadion Wembley, London, Sabtu (19/7) malam waktu setempat. — Sumber: AFP

Usyk, yang kini dua kali menyandang status juara dunia sejati di kelas berat dan tiga kali secara keseluruhan jika menghitung keberhasilannya di kelas penjelajah, tampil dominan sejak ronde pertama. Dubois tak mampu mengimbangi intensitas dan presisi serangan sang juara.

Di awal ronde kelima, Usyk menjatuhkan Dubois ke kanvas. Tak lama kemudian, pukulan hook kiri khas Usyk memastikan kemenangan telak setelah Dubois gagal bangkit dari hitungan wasit di menit 1:52.

Kemenangan ini merupakan yang kedua bagi Usyk atas Dubois, setelah sebelumnya menang TKO di ronde sembilan dalam duel mereka di Krakow, Polandia, tahun lalu, pertarungan yang juga diwarnai kontroversi pukulan rendah dari Dubois.

Legenda tinju Inggris, Lennox Lewis, yang merupakan petinju Britania terakhir yang menyandang status juara dunia tak terbantahkan pada tahun 1999, sebelumnya memprediksi Dubois akan tampil lebih matang. “Dulu dia masih bocah di olahraga ini. Sekarang dia pria dewasa. Ini bukan Daniel Dubois yang sama seperti 18 bulan lalu,” kata Lewis.

Namun, di hadapan 90.000 penonton yang memadati Wembley, banyak di antaranya membawa bendera Ukraina, Usyk menunjukkan kelasnya. Dengan teknik sempurna dan mental baja, ia mendikte jalannya laga dan membuat sang jagoan tuan rumah tak berdaya.

“Usia 38 itu masih muda, ingat itu!” ujar Usyk usai laga kepada DAZN sambil bersujud merayakan kemenangan. “Ini baru awal. Terima kasih kepada Yesus Kristus, kepada tim saya, kepada Wembley. Kemenangan ini untuk rakyat.

“Selanjutnya? Cukup. Saya tidak tahu. Saya ingin istirahat. Bersama keluarga, istri, anak-anak. Dua atau tiga bulan, saya hanya ingin rehat.”

Terkait calon lawan berikutnya, Usyk tak memberi kepastian. Ia hanya menyebut beberapa nama. “Mungkin Tyson Fury. Mungkin juga Derek Chisora atau Anthony Joshua. Atau Joseph Parker. Tapi saya tidak bisa katakan sekarang. Saya hanya ingin pulang,” katanya.

Sementara itu, Dubois mengakui keunggulan lawannya. “Saya harus memberikan penghormatan atas penampilannya. Saya sudah memberikan segalanya. Jangan kurangi sedikit pun dari prestasinya. Saya akan kembali,” ucap petinju 27 tahun itu.

Pelatih Dubois, Don Charles, menambahkan, “Kami mencoba untuk bangkit. Dubois adalah juara muda. Dia akan kembali lebih kuat. Jika harus kalah, maka biarlah dari petarung sekelas Usyk.”

Promotor veteran Inggris, Frank Warren, menyebut Usyk sebagai legenda sejati. “Di era manapun, dia akan tetap jadi petarung hebat. Tak ada keluhan. Yang terbaik menang malam ini,” ujarnya. “Sekarang waktunya Joe Parker.”

Di tengah sorak sorai penonton, Usyk menikmati sorotan setelah kemenangan yang kian mengukuhkan namanya sebagai pahlawan nasional Ukraina, negara yang hingga kini masih berjuang dalam konflik berkepanjangan.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, termasuk yang pertama memberi ucapan selamat. Melalui akun X, ia menulis: “Seorang juara tak terbantahkan. Sebuah legenda. Salah satu dari kita.

“Terima kasih atas kekuatan dan inspirasi yang kau berikan untuk seluruh negeri lewat tiap kemenanganmu. Terima kasih karena selalu membawa Ukraina di dalam hatimu saat naik ring.”

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.