Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pentingnya Merefleksi Sejarah Perang Jawa untuk Bangsa

📅 Minggu, 20 Jul 2025, 23:25 WIB | Oleh:
Pentingnya Merefleksi Sejarah Perang Jawa untuk Bangsa Doc: Antara

Jakarta - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut pentingnya refleksi sejarah Perang Jawa (1825–1830) sebagai bagian tak terpisahkan dalam menemukan jati diri bangsa Indonesia.

“Refleksi terhadap Perang Jawa atau Perang Diponegoro mengajarkan kita bahwa jati diri perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia tidak dibangun dalam sebuah kenyamanan, tetapi dalam perlawanan menentang penjajahan dan kolonialisme,” kata Menbud Fadli Zon saat pidato kebudayaan pada gelaran peringatan 200 tahun Perang Jawa yang digelar Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) di Jakarta, Sabtu malam.

Perjuangan Pangeran Diponegoro menjadi simbol keberanian, religiositas, dan keteguhan prinsip. Strategi perang gerilya yang diterapkan Pangeran Diponegoro menunjukkan kecerdikan dalam menghadapi penjajah, jauh dari pola konvensional.

“Dia tumbuh dari sebuah semangat rela berkorban dan cinta tanah air, keberanian, dan prinsip yang tak bisa dibeli atau ditundukkan, sebagaimana jati diri Pangeran Diponegoro,” Fadli Zon menambahkan.

Menbud juga menyoroti karya monumental "Babad Diponegoro", yang menurut dia menjadi referensi penting untuk memahami sejarah dan literasi kebudayaan Jawa. "Babad Diponegoro" adalah naskah kuno yang berisi riwayat hidup Pangeran Diponegoro, yang diakui oleh UNESCO sebagai "Memory of the World" atau Ingatan Dunia pada 2013.

Naskah itu ditulis dalam bahasa Jawa dan dianggap sebagai otobiografi pertama dalam sastra Jawa modern. "Babad Diponegoro" ditulis saat Pangeran Diponegoro diasingkan di Manado, Sulawesi Utara, pada 1831-1832.

Sebagai bagian dari peringatan, Kementerian Kebudayaan akan menggelar pameran lukisan bertajuk “NYALA: 200 Tahun Perang Diponegoro” di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, yang rencananya dibuka Presiden Prabowo Subianto, Senin (21/7).

Menbud Fadli mengajak generasi muda untuk memperkuat kesadaran sejarah dan menjadikan perjuangan masa lalu sebagai inspirasi membangun masa depan bangsa.

“Sejarah adalah cermin kolektif bangsa, tanpa memahaminya, maka suatu bangsa berisiko kehilangan arah dan mudah tercerabut dari akar jati dirinya.” kata dia.

Perpusnas menyelenggarakan serangkaian program bertajuk "MARTABAT" untuk memperingati 200 tahun perang Jawa yang berlangsung mulai 20 Juli hingga 20 Agustus 2025 untuk memperingati dua abad perang tersebut.

"MARTABAT" diambil untuk menonjolkan hakikat harga diri bangsa pada setiap insan, mengandung nilai-nilai hakiki yang menggerakkan gelora perjuangan Pangeran Diponegoro tatkala dia melihat ketidakadilan kolonial, korupsi, dan kesewenang-wenangan yang menggerus hak-hak dasar rakyat Indonesia di masa penjajahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.