Menhut: Insiden Kecelakaan Juliana Marins Ingatkan Pentingnya Sistem Keselamatan Pendaki

Minggu, 20 Jul 2025, 22:05 WIB

SURAKARTA - Insiden tewasnya pendaki asal Brasil, Juliana Marins, menjadi pengingat pentingnya sistem keselamatan dan kesiapan para pendaki. Demikian dikatakan Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, Sabtu (19/7) di Solo, Jawa Tengah.

Menurut dia, kunjungan ke taman nasional seperti Rinjani yang memiliki karakteristik kompleks tidak bisa hanya sekadar ikut tren.

Ket. Foto: — Sumber: Taman Nasional Gunung Rinjani

"Indahnya Indonesia itu mesti dijelajahi tetapi perlu edukasi dan persiapan untuk dijelajahi," ujar dia.

Jadi, kata Menhut, jangan hanya sekadar mengikuti tren untuk menikmati keindahan alam Indonesia. "Mentang-mentang teman naik gunung, terus ikut-ikutan tanpa persiapan fisik dan perlengkapan," ucap dia.

Saat ini Kementerian Kehutanan tengah menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) pendakian di Taman Nasional Rinjani. Sejumlah perbaikan dilakukan seperti pemasangan papan penunjuk keselamatan di jalur pendakian serta pembangunan stasiun peralatan dan pos relawan.

Menhut menegaskan pada dasarnya dia mempersilakan untuk menjelajahi taman nasional, terutama kalangan muda.

"Pemerintah berkomitmen menjadikan 57 taman nasional di seluruh Indonesia sebagai destinasi ekowisata yang aman, menyenangkan, dan edukatif," ujar dia.

Namun, hal itu tentunya tidak cukup dengan hanya bermodalkan semangat. "Siapkan fisik dan mental diri dengan baik serta peralatan yang memadai," kata Toni, panggilan akrab Menhut. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.