Cegah Banjir, Pemkot Jaksel Keruk Kali Krukut dan Bersihkan Saluran di Kawasan Kemang

Minggu, 20 Jul 2025, 15:30 WIB

JAKARTA — Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan mengintensifkan upaya pengendalian banjir di kawasan Kemang dengan mengeruk Kali Krukut dan membersihkan saluran air di Jalan Kemang Raya. Langkah ini diambil guna mengantisipasi potensi genangan saat musim hujan, mengingat wilayah tersebut kerap terdampak banjir.

Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, menjelaskan bahwa kegiatan pengerukan dan pembersihan dilakukan serentak melalui kerja bakti lintas dinas pada Minggu (20/7/2025).

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

"Kami kerahkan sekitar 500 personel gabungan dari unsur Pasukan Biru, Pasukan Oranye, Pasukan Kuning, jajaran Suku Dinas Lingkungan Hidup hingga Gulkarmat," ujar Anwar dalam keterangan tertulisnya.

Meski pengerukan sudah berjalan, Anwar mengakui masih ada hambatan di lapangan, terutama terkait banyaknya bangunan liar yang berdiri di sepanjang bantaran Kali Krukut. Kondisi ini membuat alat berat sulit menjangkau lokasi tertentu secara optimal.

"Kami tentu ingin area kiri dan kanan kali bisa dibangun jalan inspeksi. Namun, hal ini perlu koordinasi lanjutan, termasuk dengan pemerintah pusat dan sosialisasi kepada warga," imbuhnya.

Langkah-langkah lain juga terus dioptimalkan dalam mengurangi potensi banjir. Selain pengerukan, Pemkot Jakarta Selatan menerapkan beberapa pendekatan seperti gerakan menabung air, normalisasi saluran, serta pembangunan sistem jacking.

“Kami akan terus memperbanyak sumur resapan atau drainase vertikal dengan kedalaman antara 28 hingga 30 meter,” terang Anwar.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan, Santo, merinci bahwa pengerukan saluran di Jalan Kemang Raya dilakukan secara manual sepanjang 2.050 meter. Sedangkan pengerukan Kali Krukut mencakup 292 meter dengan target penyelesaian dalam dua bulan.

“Untuk pengerukan Kali Krukut kami mengerahkan dua ekskavator amphibi dan satu unit ekskavator jenis long arm. Sedimen lumpur dan sampah yang kami angkut rata-rata mencapai kedalaman satu meter,” ujar Santo.

Dalam proses pengangkutan material hasil pengerukan tersebut, pihaknya juga menerjunkan 20 unit dump truck.

Santo berharap bahwa dengan pengerukan intensif dan pembersihan saluran ini, dampak genangan maupun banjir dapat ditekan secara signifikan, khususnya di kawasan Kemang dan sekitarnya yang dikenal sebagai titik rawan banjir.

“Kami terus melakukan upaya untuk mencegah terjadinya genangan maupun banjir, termasuk di kawasan Kemang. Kita juga akan terus berkoordinasi dengan kementerian terkait,” jelasnya.

Pengerukan Kali Krukut ini menjadi salah satu bagian dari strategi penanganan banjir terpadu di Jakarta Selatan. Pemkot menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga serta peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke saluran air.

Kawasan Kemang yang merupakan pusat hunian dan bisnis dinilai strategis, sehingga keberlanjutan program pengendalian banjir di wilayah ini menjadi prioritas. Pemkot pun membuka opsi untuk menertibkan bangunan liar di bantaran kali secara bertahap agar akses pengerukan dan pembangunan jalan inspeksi dapat dilaksanakan lebih efisien.

Upaya tersebut merupakan bagian dari langkah preventif agar bencana banjir tidak lagi menjadi langganan di kawasan ini.

“Dengan keterlibatan semua pihak, kami yakin pengendalian banjir bisa lebih efektif dan berdampak nyata bagi warga,” kata Anwar menutup pernyataannya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.