• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Dokter Ungkap Bahaya Asap ...

Dokter Ungkap Bahaya Asap Rokok bagi Anak: Otak hingga Jantung Bisa Rusak

Rabu, 28 Jan 2026, 19:10 WIB

JAKARTA - Dokter spesialis anak konsultan respirologi dari Universitas Indonesia dr. Darmawan Budi Setyanto Sp.A (K) mengatakan merokok di dekat anak dapat menyebabkan kerusakan berbagai organ dalam tubuh anak, tidak hanya pada sistem saluran pernapasan namun sampai pada kerusakan sistem saraf.

"Bahayanya bukan cuma kena ke sistem respiratori, sistem pernapasan, dari ujung rambut sampai ujung kaki itu kena bahayanya, Ya jadi sistem saraf otak itu kena, terus jantung kena, pencernaan kena, dan efeknya itu tidak usah nunggu sampai dewasa nanti," kata Darmawan ketika di hubungi ANTARA, Rabu.

Ket. Foto: Larangan merokok di area kampus berdasarkan SK Rektor Nomor 31/IV/2022. — Sumber: ANTARA/HO-UMS

Ia mengatakan anak yang berada di lingkungan perokok bisa menjadi second hand smoker atau orang yang terpapar asap rokok langsung, dan third hand smoker atau menghirup residu dari asap rokok yang menempel di dinding, baju, tempat duduk dan tempat tinggal anak.

Ia menjelaskan proses pajanan rokok sampai anak terkena imbas kesehatan tidak seketika tapi berlangsung lama sampai terakumulasi dan kerusakannya bertambah parah.

Ia mengatakan anak-anak yang terpajan asap rokok akan berefek pada prestasinya di sekolah, mengganggu kecerdasan dan menyebabkan gangguan perilaku seperti ADHD atau jadi hiperaktif.

Asap rokok juga akan merusak sistem saluran napas dan membuat anak-anak lebih mudah terkena ISPA.

Darmawan juga mengatakan pada saat anak beranjak dewasa, pajanan rokok sejak kecil juga akan berpotensi menjadi penyakit paru kronik, penyakit jantung, yang makin lama akan semakin berat jika dia terpajan terus.

"Jadi anak-anak yang terpajan asap rokok lebih gampang kena ISPA. Asap rokok itu kan polusi ya, kalau tambahan polusi luar misalnya asap kendaraan, itu makin makin kumulatif efeknya. Kerusakannya berlangsung lama tapi sejak awal sudah mengganggu. Kalau pajanannya berhenti ya kerusakannya yang sudah terjadi, tidak bertambah parah," tambahnya.

Darmawan mengatakan untuk mengurangi kerusakan organ pada anak yang terpapar asap rokok diupayakan untuk menghentikan pajanannya sedini mungkin, dan melakukan terapi jika sudah muncul gejala penyakit.

Namun jika terjadi kerusakan di saraf pusat dan mengganggu kecerdasan dikhawatirkan tidak bisa diperbaiki.

"Jadi anak-anak yang terpajan rokok dari kecil itu jangan berharap jadi generasi emas nanti. Bisa jadi generasi cemas dan lemas," katanya.

  • kesehatan anak
  • bahaya asap rokok
  • anak dan rokok

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.