• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Ari Aster Bongkar Hubungan...

Ari Aster Bongkar Hubungannya dengan Film Morbius: Bisa jadi Tambahan dalam Daftar Kegagalan Saya

Minggu, 20 Jul 2025, 18:40 WIB

JAKARTA – Sutradara horor kondang Ari Aster, yang dikenal lewat film Hereditary dan Midsommar, mengungkap bahwa ia pernah ditawari untuk menyutradarai film Marvel dari Sony, Morbius. Meskipun rumor tersebut menjadi sorotan, Aster mengaku enggan terlalu banyak membahas tawaran itu karena prosedur kreatif yang berbeda dengan proyek biasanya.

Aster berkata bahwa ia ragu mengingat nama film itu dengan tepat saat diwawancara.

Ket. Foto: — Sumber: ComicBook

“Saya merasa seharusnya tidak bilang, tapi saya ditawari untuk membuat Mor… apakah itu ‘Mobius?’ ‘Morbius?’” ujarnya sambil tersenyum, menandakan keraguannya atas tawaran tersebut.

Menurut laporan ComicBook.com, Aster menambahkan bahwa jika film tersebut layak masuk ke daftar film gagal, maka ia bisa saja menambahkan Morbius ke daftar itu. Pernyataan ini mencerminkan pandangannya terhadap proyek yang kemudian dirilis oleh Sony dan menuai kritik pedas.

Film Morbius, yang akhirnya disutradarai oleh Daniel Espinosa, menerima ulasan negatif dan menghasilkan pendapatan global sekitar US$?167 juta. Angka ini dianggap mengecewakan mengingat biaya produksinya dan ekspektasi kehadiran dalam waralaba karakter Spider-Man.

Espinosa sendiri menanggapi kegagalan tersebut dengan refleksi mendalam terhadap proses kreatifnya. Ia mengakui bahwa membuat film yang sangat publik bisa terasa ganjil dan penuh tekanan, namun ia tetap menemukan bagian film yang pantas dibanggakan.

“Saya memiliki banyak kebencian pada diri sendiri sehingga saya banyak mengkritik karya saya sendiri. Saya selalu berusaha menjadi lebih baik. Tapi saya juga bangga dengan apa yang saya hasilkan,”ujarnya.

Ia bercerita bahwa saat perjalanan keretanya pulang, seseorang tanpa sengaja menegurnya soal adegan kedua film pertamanya. Ia menambahkan bahwa pengalaman itu menggambarkan betapa film adalah karya yang sangat terbuka untuk kritik publik.

Meskipun Morbius mendapatkan nilai rendah di Rotten Tomatoes, Espinosa mengatakan bahwa tanggapan negatif tidak sepenuhnya ia hiraukan. Ia hanya membaca kritik yang menurut teman-temannya cerdas, dan membiarkan sisanya menjadi pelajaran personal tanpa meresap terlalu dalam ke dalam proses kreatifnya.

Penampilan Matt Smith sebagai karakter Milo mendapat sedikit pujian dari sebagian penggemar. Espinosa menyebutnya sebagai momen yang menyenangkan karena Smith diberikan kebebasan eksplorasi karakter yang teatrikal, termasuk adegan tarian tanpa baju yang cukup mencuri perhatian penonton.

Ia juga menyoroti perubahan signifikan yang dilakukan demi menyesuaikan Morbius dengan estetika visual Spider-Man: No Way Home. Keputusan ini dilakukan agar ada konsistensi visual antarfilm yang berhubungan dalam konteks multiverse Sony Marvel Universe.

Beberapa analis menyatakan bahwa jika proyek Morbius pernah dikerjakan oleh Aster, film ini bisa jadi memiliki gaya yang lebih unik dan berani. Aster cenderung mengerjakan film dari naskah sendiri dan bekerja dalam kontrol kreatif penuh, berbeda dengan ekosistem komersial seperti Marvel/Sony yang sering mendikte arah cerita.

Secara keseluruhan, pernyataan Aster membuka spekulasi baru tentang arah kreator berpengaruh dalam proyek besar. Baginya, menolak film seperti Morbius menjadi keputusan yang bijak mengingat kecenderungan kontrol studio dan potensi hasil akhir yang tidak sesuai ekspektasi.

Dengan pandangan yang jujur dan reflektif, Aster menampilkan sikap hati-hati sebagai kreator yang menjaga integritas artistiknya. Sementara itu, Espinosa menerima tantangan kritik publik dengan sikap introspektif dan tanggung jawab terhadap karya yang telah dirilis.

  • Marvel
  • Sony Pictures
  • Morbius

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.