Lewandowski Dibutuhkan untuk Selamatkan Harapan Polandia Lolos ke Piala Dunia 2026

Jumat, 18 Jul 2025, 07:45 WIB

WARSAWA, POLANDIA - Pelatih baru tim nasional Polandia, Jan Urban, mengawali tugasnya dengan misi besar: membujuk Robert Lewandowski kembali berseragam timnas. Di tengah krisis performa dan suasana tim yang retak, nama sang kapten tetap dianggap tak tergantikan untuk menjaga asa lolos ke Piala Dunia 2026.

Urban resmi menggantikan Michal Probierz yang mengundurkan diri bulan lalu, menyusul perseteruan internal terkait pencopotan Lewandowski dari ban kapten. Polandia kini tercecer di posisi ketiga grup kualifikasi zona Eropa, tertinggal dari Finlandia dan Belanda, dua lawan langsung yang akan mereka hadapi September nanti.

Ket. Foto: Robert Lewandowski — Sumber: AFP

“Saya akan lakukan segalanya agar Robert kembali. Kami tahu betul dalam situasi seperti ini, kami tak bisa bermain tanpa dia,” tegas Urban dalam konferensi pers, Jumat (18/7).

Meski sudah berusia 36 tahun, Lewandowski masih menjadi nyawa lini depan Polandia. Ia tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa untuk negaranya, dengan 85 gol dalam 158 laga internasional. Urban menyebut kehadiran pemain Barcelona itu masih sangat dibutuhkan, bukan hanya secara teknis, tetapi juga sebagai figur pemersatu di ruang ganti.

“Dengan kondisi tim seperti ini, kami tak punya kemewahan untuk meninggalkan pemain seperti Robert. Kami butuh semua kekuatan terbaik untuk bangkit,” ujar Urban.

Lewandowski sebelumnya mundur dari tim nasional usai pencopotannya sebagai kapten, keputusan yang disebut-sebut menjadi pemicu utama lengsernya Probierz. Urban mengakui bahwa langkah pertamanya adalah memulihkan komunikasi dan menjembatani konflik internal yang masih membekas.

“Masalah kita bukan hanya kekalahan dari Finlandia. Ini soal atmosfer, soal rasa percaya. Dan itu menyangkut keputusan Robert yang harus kami selesaikan secara tuntas,” katanya.

Urban mengusung misi jangka pendek: memulihkan suasana dan menyatukan visi di dalam tim. Ia menyadari bahwa tanpa fondasi yang kuat dari ruang ganti, mustahil bagi Polandia bersaing di level tertinggi.

“Kami ingin menciptakan suasana di mana setiap pemain merasa bangga dan nyaman berada di tim nasional,” ujarnya.

Polandia akan menghadapi dua laga hidup-mati pada bulan September mendatang: tandang ke markas Belanda (4/9) lalu menjamu Finlandia (7/9). Dua pertandingan yang berpotensi menjadi titik balik, atau titik akhir, bagi kampanye mereka menuju Piala Dunia 2026.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.