Inggris Lolos ke Semifinal Euro Wanita 2025 Usai Tumbangkan Swedia Lewat Adu Penalti

Jumat, 18 Jul 2025, 07:03 WIB

ZURICH, SWISS - Timnas Wanita Inggris melangkah dramatis ke semifinal Euro 2025 setelah bangkit dari ketertinggalan dua gol dan menundukkan Swedia 3-2 lewat adu penalti yang menegangkan di Stadion Letzigrund, Zurich, Jumat (18/7) dini hari WIB.

Laga perempat final ini sempat tampak menjadi akhir dari perjalanan tim juara bertahan, sebelum dua gol cepat dari Lucy Bronze dan Michelle Agyemang di 11 menit terakhir menyelamatkan asa. Adu penalti yang kacau akhirnya dimenangkan Inggris setelah eksekusi Smilla Holmberg melambung tinggi, memastikan tempat tim berjuluk Lionesses di empat besar.

Ket. Foto: Timnas wanita Inggris melakukan selebrasi usai lolos ke semfinal Euro 2025 dengan mengalahkan Swiss, Jumat (18/7) dini hari WIB. — Sumber: AFP

“Pertandingan itu salah satu yang paling sulit saya saksikan. Kami bisa saja tersingkir empat atau lima kali,” ujar pelatih Sarina Wiegman kepada BBC. “Kami memulai dengan buruk, tidak menciptakan peluang, lalu kami ubah formasi dan mencetak dua gol. Adu penalti pun berantakan, tapi kami berhasil lolos.”

Inggris akan menghadapi Italia di semifinal, yang untuk pertama kalinya sejak 1997 kembali menjejak babak empat besar, dalam laga yang akan digelar di Jenewa, Selasa mendatang.

Inggris tertinggal 0-2 saat turun minum setelah Swedia tampil dominan sejak menit pertama. Kosovare Asllani mencetak gol pembuka hanya dalam waktu 1 menit 46 detik, gol ke-50 dalam karir internasionalnya, setelah memanfaatkan kesalahan Jess Carter dan umpan matang dari Stina Blackstenius.

Kesalahan demi kesalahan menghantui Inggris. Kiper Hannah Hampton nyaris membuat blunder fatal yang nyaris dimanfaatkan Blackstenius, namun Leah Williamson menyelamatkan keadaan. Gol kedua Swedia datang di menit ke-25 ketika Blackstenius lolos dari penjagaan dan menaklukkan Hampton usai menerima umpan Julia Zigiotti Olme.

Inggris sempat mendapat peluang lewat tembakan Lauren Hemp yang ditepis ke mistar oleh kiper Swedia Jennifer Falk, tapi secara keseluruhan permainan The Lionesses di babak pertama jauh dari mengesankan.

Babak kedua menampilkan wajah berbeda dari Inggris. Masuknya Chloe Kelly dan Michelle Agyemang memberi energi baru. Di menit ke-79, Bronze membuka harapan dengan sundulan hasil umpan silang Kelly. Dua menit kemudian, Agyemang memanfaatkan bola liar di kotak penalti dan menyamakan skor jadi 2-2.

Tambahan waktu 30 menit berjalan tanpa peluang berarti, memaksa laga ditentukan lewat adu penalty, yang berlangsung penuh ketegangan dan kegagalan.

Kiper Swedia, Falk, tampil impresif dengan empat penyelamatan, dan bahkan mendapat kesempatan menentukan nasib timnya. Namun, seperti Holmberg, Falk gagal, tendangannya melambung tinggi. Chloe Kelly menjadi satu dari sedikit algojo Inggris yang mengeksekusi penalti dengan sempurna.

“Bukan seperti yang kami rencanakan, tapi ini jadi pelajaran berharga,” ujar Kelly. “Kami berhasil memecahkan masalah di lapangan, dan semangat juang tim ini luar biasa.”

Swedia, yang mengincar gelar besar pertama mereka sejak menjadi juara edisi perdana Euro Wanita pada 1984, harus tersingkir dengan cara yang paling menyakitkan. Pasukan Peter Gerhardsson tampil meyakinkan di awal, namun kehilangan kontrol dan gagal menjaga keunggulan.

Dengan tersingkirnya Swedia, Inggris terus melanjutkan upaya mempertahankan gelar mereka. Meski performa belum sepenuhnya meyakinkan, semangat juang dan mentalitas juara yang ditunjukkan di Zurich menjadi modal penting menuju semifinal menghadapi Italia yang sedang dalam momentum historis. “Resiliensi tim ini sungguh luar biasa,” tutup Kelly.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.